Komisi III DPR Dorong Kejagung Eksekusi Mati Napiter

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memutuskan mengeksekusi mati beberapa narapidana teroris (Napiter) sejak tahun 2005 lalu. Tetapi, putusan tersebut hingga kini belum dijalankan.

Lambatnya langkah eksekusi mati ini disinyalir menjadi alasan bagi para pelaku teroris untuk melancarkan aksi mereka. Atas dasar itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Bambang Soesatyo meminta Komisi III DPR RI mendorong Kejagung agar secepatnya melakukan eksekusi mati kepada para Napiter dalam waktu cepat.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mendukung usulan Ketua DPR untuk mendorong Kejagung melakukan eksekusi mati kepada Napiter. Menurut Nasir Djamil, eksekusi mati kepada Napiter harusnya dilakukan sebagai langkah efek jera kepada mereka, sehingga tidak ada lagi pelaku-pelaku teror lainnya. Selain itu, langkah eksekusi mati ini juga membuat para Napiter tidak hidup dalam kegelisahan menanti hukuman mereka.

“Sebaiknya begitu supaya ada efek jera, sehingga kemudian tidak berlama-lama. Karena orang yang sudah dihukum mati dia juga sudah gelisa sebenarnya, apalagi tidak ada peluang untuk dia bebas. Orang dihukum mati itu jangan dipikir senang, sambil menunggu dia juga gelisah sambil menunggu hukumannya, makannya selalu didampingi rohaniawan, supaya dia tidak setres dan tidak bunuh diri di penjara,” kata Nasir Djamil usai mengukit diskusi publik di Ruang pressrum DPR RI dengan Tema ‘RUU Teroris Dikebut, Mampu Redam Aksi Teror’, Selasa (15/5).

Olehnya itu, kata Nasir Djamil, apa yang diminta pimpinan DPR sudah tepat sebagai langkah menyelamatkan Napiter dari kegelisahan dan ancaman perasaan. Politisi asal Aceh ini juga meminta Kejagung untuk secepatnya melaksanakan eksekusi tanpa harus publiskasi ke publik, asalkan ada pertanggung-jawaban kepada Presiden dan DPR.

“Jadi apa yang diminta pimpinan DPR itu juga adalah sesuatu yang memang ingin menyelamatkan narapidana itu dari kegelisahan, dan macam-macam perasaannya. Jadi perlu dipertimbangkan oleh Kejagung untuk melaksanakan eksekusi itu. Sebenarnya bukan hanya eksekusi teroris aja, eksekusi narapidana narkoba yang banyak dilapas itu juga belum dieksekusi. Jadi memang harus secepatnya dieksekusi meski tak perlu diekspos, dipublis oleh media asalkan ada pertanggung jawaban buat Presiden dan DPR,” jelasnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...