Beraksi di Sekolah, Perampok Ditembak Ibu Siswa yang Ternyata Polwan – FAJAR –
Kriminal

Beraksi di Sekolah, Perampok Ditembak Ibu Siswa yang Ternyata Polwan

Rekaman CCTV yang menunjukkan aksi Katia da Silva melumpuhkan perampok bersenjata. (Foto: Governo do Estado/ Facebook)

FAJAR.CO.ID — Aksi perampokan yang dilakukan Elivelton Neves Moreira di sekolah berakhir dengan kematian. Saat menjalankan aksinya, seorang ibu dari anak-anak sekolah yang coba ia rampok melakukan perlawanan dengan mengeluarkan pistolnya dan menembak pelaku tiga kali.

Elivelton Neves Moreira menargetkan anak-anak dan ibu mereka di luar sekolah di Sao Paulo, Brasil, pada Sabtu pagi sekitar jam 8 pagi di sekolah Master Ferreira dimana mereka menghadiri pesta Hari Ibu. Pria bersenjata berusia 21 tahun itu mengarahkan pistol revolver .38 kepada para ibu dan mengancam penjaga keamanan sekolah, mengambil dompet dan teleponnya.

Tetapi salah satu dari ibu itu ternyata adalah polisi yang tidak bertugas dan sedang mengantar anaknya. Petugas polisi militer Katia da Silva Sastre itu lantas mengambil pistol dari dalam tasnya dan menembak pelaku di dada dan kaki. Pelaku kemudian meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit.

Kamera keamanan di luar sekolah swasta di Sao Paulo menangkap momen dramatis. Pelaku tampak lebih dulu melepaskan tembakan sebelum pistolnya macet. Katia yang pergi ke acara itu bersama putrinya yang berusia tujuh tahun, mengatakan kepada rekan-rekan, “Saya tidak tahu apakah dia akan menembak anak-anak atau ibu-ibu atau penjaga keamanan di pintu sekolah. Saya hanya berpikir tentang membela para ibu, anak-anak, hidupku sendiri dan anakku.”

Ibu dua anak yang telah menjadi polwan selama 20 tahun, menambahkan, “Saya harus bertindak cepat untuk mengakhiri agresinya dan mencegahnya melukai siapa pun. Ini memuaskan telah berada di tempat yang tepat untuk menyelamatkan seluruh hidup kita.”

Suaminya, letnan polisi militer André Alves berkata kepada Folha de Sao Paulo, “Senapan tersangka ditembakkan sekali. Tembakan pertama memantul. Pada upaya kedua saat menembak, senjata itu terkunci. Untungnya dia lebih cepat darinya, karena ketika seorang penjahat menemukan (lawan mereka) adalah seorang petugas polisi, dia menembak untuk membunuh.” (Metro/amr/fajar)

 

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!