Kementerian Agama Siapkan Kalender Tunggal Islam

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) dengan sejumlah Ormas Islam selain menghasilkan keputusan 1 Ramadan 1439 H berlangsung serentak. Yakni, jatuh pada Kamis (17/5) besok. Di samping itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut, pihaknya tengah menyiapkan kalender tunggal Islam.

Menag Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Ketua MUI Abdullah Jaidi menyebut, Rabu (16/5) malam sudah dimulai pelaksanaan salat Tarawih.

“Sampai sidang isbat selesai, menerima laporan dari 32 titik yang melakukan rukyatulhilal. Tidak ada satu pun yang berhasil melihat hilal,” katanya.

Untuk itu, diputuskan bahwa jumlah hari pada Syakban digenapkan atau disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan demikian, 1 Ramadan jatuh pada 17 Mei. Lukman bersyukur tahun ini awal puasa serempak. Dia memaknainya sebagai berkah dan anugerah.

Pada kesempatan yang sama, Lukman juga menjelaskan rencana dibuatnya kalender Islam tunggal. Dengan adanya kalender tunggal itu, penetapan awal puasa, Lebaran, dan Idul Adha bisa serempak dan dipastikan sejak awal.

“Kami di Kemenag sejak tahun lalu serius terkait aspirasi umat (kalender Islam tunggal, Red). Mudah-mudahan tahun ini bisa terwujud,” jelasnya.

Lukman mengatakan, pembahasan kalender Islam tunggal itu dikaji di Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar). Untuk mewujudkannya, Kemenag sudah berdiskusi dengan ormas Islam, ulama, serta ahli astronomi dan falak.

Ali Taher mengatakan, kalender tunggal itu sangat penting. Sebab, ia memuat penetapan tanggal-tanggal penting dan terkait ibadah serentak. Selain itu, bisa lebih efektif serta efisien. Dia mengatakan, parlemen mendukung dan menunggu segera ditetapkannya kalender Islam tunggal.

Sementara itu, Abdullah Jaidi menyampaikan, MUI bersyukur bahwa seluruh ormas Islam menetapkan 1 Ramadan secara kompak pada 17 Mei. Umat Islam yang menyongsong bulan puasa bisa mewujudkan rasa amanah dan menebar kasih sayang. “Meningkatkan hubungan sebagai bangsa Indonesia dan sebagai muslim yang rahmatan lil alamin,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan, pada bulan puasa, MUI akan memonitor tayangan di televisi. Dia berharap pengelola televisi menyiarkan tayangan yang menghormati orang yang sedang beribadah puasa. “Tayangan yang sejuk, membawa kemaslahatan, kasih sayang, dan mewujudkan kehidupan penuh rahmah,” ungkapnya.

Pada akhir paparan, Lukman menyampaikan, atas nama pemerintah, pihaknya mengucapkan selamat memasuki bulan suci Ramadan 1439 H. “Mudah-mudahan kualitas puasa tahun ini meningkat,” tuturnya. Termasuk ibadah sosialnya. Dengan demikian, manfaatnya lebih terasa bagi lingkungan masing-masing. (wan/c6/agm)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...