Selamat Dari Ledakan, Anak Terduga Teroris Akan Diberi Perlakuan Khusus

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Anak terduga teroris, Tri Murtiono, yang selamat dari aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, AAP (7) dipastikan akan mendapat perlakuan khusus. Baik dari segi psikologis maupun bagi kesehatan fisiknya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan jika seluruhnya tuntas dilakukan, AAP akan diserahkan kepada pihak keluarga yang bersangkutan.

“Nantinya pihak keluarga dan anak tersebut akan kami berikan pemahaman bahaya radikalisas dan pendampingan psikologis. Kami tugaskan Polwan dan psikolog untuk mendampinginya,” kata Machfud, Selasa (15/5).

Machfud juga mengatakan, tidak asal memberikan anak tersebut pada pihak keluarga. Ia ingin memastikan bahwa keluarga yang diberi kepercayaan untuk mengasuh anak tersebut tidaklah terlibat dalam pemikiran-pemikiran radikalisme.

Selain itu, Machfud mengatakan, Polda akan menyerahkan anak tersebut jika pihak keluarga terduga teroris dalam kondisi waras. Dalam artian tidak adanya hal mencurigakan dari pihak keluarga yang berkaitan dengan aksi terorisme.

“Karena semua orang tuanya sudah meninggal, entah nanti ke om, nenek, atau kakeknya. Kita harus betul-betul jamin waras dalam merawat anak-anak ini. Kalau ada pemikiran yang waras saya berikan,” tegas Machfud.

Tiga di antaranya ialah anak dari pelaku teroris di Wonocolo Sidoarjo almarhum Anton Ferdiantono yaitu berinisial AR, FP, dan GHA. Sementara satu lagi yakni AAP, anak dari pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya yang masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Surabaya.

Sementara itu, Susilaningtias selaku Tenaga Ahli Divisi Penerimaan Permohonan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), mengatakan hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan mengenai anak-anak dari pelaku aksi terorisme dua hari lalu.

“Belum bisa untuk melakukan komunikasi secara intens, karena masih dalam perawatan. Pastinya kami nanti koordinasikan lagi untu melakukan pendekan lagi,” pungkas Susi. (sb/gin/jek/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...