Ternyata Mereka Juga Ikut Picu Kelangkaan Elpiji

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Kelangkaan gas elpiji nyaris tanpa solusi. Pemerintah kerap mengklaim jika selama ini distribusi elpiji aman. Pun dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Mendekati puasa Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan kembali duduk bersama Pertamina, agen dan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, Senin (14/5).

Dalam sesi diskusi, agen PT Karina Utama Idris menyampaikan beberapa kendala yang ada di lapangan. Gas elpiji ini banyak dibawa para petambak dengan alasan minyak tanah sulit ditemukan. “Pertambahan penduduk juga mempengaruhi, misalnya ada yang baru menikah, itu kan rumah tangga baru. Otomatis pengguna juga bertambah,” tutur Idris, Senin (14/5).

Kemudian distribusi tertutup banyak terjadi di wilayah Tarakan Timur dan sebagian besar di wilayah pesisir. Pengecer inilah yang perlu ditindaklanjuti dengan tegas. Belum lagi penggiat kuliner atau usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) semakin menjamur. “Pasti usaha mikro juga menjamur mejelang bulan puasa,” lanjutnya.

Ia mengaku, apalagi tiga tahun belakangan ini tidak ada peninjauan mengenai HET. Jika dibandingkan dengan daerah lainnya, HET ditetapkan cukup tinggi. “Di Balikpapan misalnya, harga naik. Jadi HET ini perlu ditinjau ulang supaya tidak ada penyimpangan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Tarakan (Disdagkop-UKM) Romli, menerangkan jika melihat kondisi di lapangan dengan adanya penambahan jaringan gas (jargas) seharusnya tidak ada masalah mengenai keberadaan elpiji 3 kg.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...