TNI/Polri Waspadai Eks Suriah di Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan beserta aparat keamanan di daerah ini, sepakat melakukan pengawasan bagi orang-orang yang terdeteksi sebagai pentolan atau eks Suriah. Jajaran intelijen memonitoring kegiatan serta pergerakan mereka yang terdeteksi berada di Sulsel.

”Mereka yang eks Suriah ini kita waspadai. Di manapun mereka berada tetap dilakukan monitoring. Termasuk bagi mereka yang narapidana teroris dan mantan napi teroris,” ujar Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono.

Lebih jauh, Sumarsono menyebutkan tak ada peningkatan level keamanan di Sulsel. Saat ini status masih dalam tahap waspada. Dirinya bersama seluruh jajaran keamanan, baik TNI dan Polri siap memberikan rasa aman bagi masyarakat Sulsel. Untuk itu, masyarakat diminta tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan tak perlu khawatir akan kondisi keamanan di Sulsel.

“Kami komitmen untuk tetap memastikan bahwa negara ini hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Sulsel. Terkait informasi tempat yang tak boleh dikunjungi, itu hoax,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan membuat surat edaran ke kabupaten/kota untuk kembali membentuk dan mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Selain itu, akan dibentuk posko terpadu di Kesbangpol Sulsel.

Posko ini bukan hanya berfungsi untuk menangani masalah terorisme, tetapi juga gangguan keamanan lainnya. Seperti kerawanan pilkada serentak 2018 dan pengendalian bahan pokok selama Ramadan.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septiono, menambahkan setiap satuan yang ada telah diminta meningkatkan pengamanan. Termasuk pengamanan di beberapa tempat strategis yang ada di Sulsel. Hal yang sama diungkapkan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Terkait alumni Suriah, Agus menyebutkan tetap harus diwaspadai. Karena itu, informasi dari masyarakat menjadi sangat penting.“Ada informasi, kita akan cermat dan dalami. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, karena mereka ada di masyarakat. Sekecil apapun informasi akan kita tindaklanjuti. Setiap wilayah kita waspadai. Semua konsen, termasuk dengan seluruh intelijen,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, pelaku teror bom di Surabaya dan Sidoarjo terindikasi merupakan alumni atau mereka yang telah pulang dari Suriah. Polri mencatat masih ada 500 orang yang telah pulang dari Suriah dan saat ini berada di Indonesia.Mereka ke Suriah bergabung dengan ISIS dan belajar strategi teror, kemiliteran dan membuat bom. Ketika kembali ke Indonesia, Undang-undang Anti Teroris tidak bisa menghukum tindakan tersebut. (rhm/rus)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...