Usai Pemakaman 60 Jenazah Demonstran, Dua Warga Palestina Kembali Ditembak Mati

FAJAR.CO.ID -- Dua hari lalu, Senin (14/5/2018), merupakan hari paling berdarah di Gaza. Bagaimana tidak, puluhan pengunjuk rasa Palestina diberondong peluru oleh tentara Israel saat peresmian pemindahan Kedutaan Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem.

Serangan yang dilakukan tentara Israel telah menewaskan 60 orang Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza selama melakukan unjuk rasa menentang pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem. Saat warga Palestina masih berkabung, dengan kejamnya tentara Israel menembak mati dua warga Palestina lainnya pada Selasa, (15/4).

Meskipun unjuk rasa berlangsung lebih tenang dibanding sebelumnya, nampaknya banyak pengunjuk rasa yang pergi menuju tenda berkabung daripada kembali ke tempat terjadinya pertumpahan darah pada Senin lalu. Para pengunjuk rasa yang berkabung berbaris sambil melambai-lambaikan bendera Palestina dan menyerukan balas dendam. "Dengan jiwa dan darah kami menebus kamu para martir," begitu teriakkan mereka. AS nekat membuka kedutaannya di Yerusalem (Haaretz)

Di sana, ratusan orang berbaris di pemakaman Leila Al Gandour yang merupakan bayi berusia delapan bulan, jasadnya diselimuti dengan bendera Palestina. Sang ibu yang merasa terpukul kemudian menekankan jasad Leila ke dadanya dan mengatakan, "Biarkan dia tinggal bersamaku, ini terlalu cepat baginya untuk pergi."

Keluarga mengatakan, bayi malang tersebut meninggal dunia karena menghirup gas air mata. Di rumah sakit Gaza, banyak keluarga memenuhi aula dan tumpah ruah keluar dari kamar karena telah menunggu perawatan terlalu lama.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...