Pernah Dua Kali Dibui, Bupati Bengkulu Selatan Ditangkap Lagi

Setelah sebelumnya pernah di hukum 7 tahun lamanya atas kasus pembunuhan, dan dihukum 4 tahun 3 bulan penjara terkait kasus Narkoba, kini Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, harus berurusan lagi dengan hukum. Kali ini dia harus berurusan dengan lembaga antirasuah karena diduga menerima suap.

=============== Oleh: Intan Piliang ===============

SENJA belum datang ketika Dirwan Mahmud berolahraga di sekitar kediamannya di Jalan Gerak Alam Padang Pematang, Kota Medan, Kota Manna, Selasa (15/5) sore. Namun, karena badan telah berkeringat dan hari kian beranjak petang, orang nomor satu di Bumi Seraway (sebutan bagi Kabupaten Bengkulu Selatan) tersebut bergegas menyudahi aktivitasnya melepas lelah usai bekerja seharian.

Dirwan tak menyangka, jika sore itu, menjadi olahraga terakhir baginya menjadi orang yang bebas. Sebab, tak lama berselang, dia ditangkap Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Penangkapan Dirwan ini bukan tanpa alasan. Radar lembaga antirasuah ternyata sudah mencium aroma rasuah yang diduga dilakukan oleh politikus Perindo tersebut.

Orang nomor satu di kota yang mempunyai motto “Sekundang Setungguan” ini diduga menerima sejumlah uang suap senilai Rp 98 juta dari Juhari, seorang kontraktor yang akan mengerjakan lima proyek di wilayah yang dipimpinnya.

Sebelum menangkap Dirwan, sebelumnya, sekitar pukul 16.20 WIB tim lembaga antirasuah telah mendeteksi adanya penyerahan uang dari seorang kontraktor atas nama Juhari kepada Nursilawati, seorang Kasie pada Dinas Kesehatan Pemda Bengkulu Selatan yang juga keponakan Dirwan. Uang tersebut diserahkan kepada istri Dirwan, Hendrati, di rumahnya, di Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...