Kisah Menarik di Balik Megahnya Masjid Muhammad Cheng Hoo

FAJAR.CO.ID -- Selain berfungsi sebagai objek wisata religi bagi para pelancong khusus di bulan suci Ramadan, Masjid Muhammad Cheng Hoo yang terletak di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, ini rupanya juga menyimpan sejumlah kisah menarik.

Didirikan sejak 13 Oktober 2012 silam, masjid megah dengan desain Tionghoa ini, menjadi saksi bisu dari puluhan manusia beragaman etnik, budaya, ras. Khususnya agama yang datang hanya untuk mengkuti proses mualaf menjadi Islam, sebelum akhirnya betul-betul mendalami tentang hakikat keislaman.

"Kalau jumlah pastinya saya agak lupa juga sih, karena ada catatannya itu. Dipegang sama pengurus, tapi lagi keluar daerah yang pegang itu catatan. Intinya kalau tidak salah ingat saya itu, sekitar puluhan oranglah. Kira-kira kurang dari 30, itu sejak berdirinya ini masjid yah," kata Badaruddin, 42 tahun, pengurus Masjid Muhammad Cheng Hoo kepada JawaPos.com, saat ditemui di salah satu ruang pengurus, Jumat (18/5/2018).

Badaruddin menjelaskan, mereka yang memilih Masjid Cheng Hoo untuk mengikuti proses pengislaman pada dasarnya mempunyai asumsi yang sama. Yakni, tak terlepas dari inspirasi dari kisah bahariwan Cheng Hoo. Selebihnya, asumsi-asumsi mendasar lainnya yang menjadikan para mualaf ini memilih Islam sebagai jalan hidup.

"Rata-rata mereka yang mualaf dan diislamkan disini itu seperti itu. Dari berbagai macam etnis, jadi bukan hanya dari Tionghoa saja. Baru-baru ini sebelum masuk Ramadan kita Islamkan lagi saudara kita dari Bali. sebelumnya juga ada dari Sumatera. Intinya kita sudah beragam etnis yang memilih diislamkan disini," terangnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...