Tak Mampu Diatasi, Dolar Kini Tembus Rp 14.116

  • Bagikan
ilustrasi
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) terus anjlok. Per Jumat 18 Mei 2018, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masuk ke zona Rp 14.116. Anjloknya rupiah terhadap Dolar AS ini sangat berpengaruh pada sektor ekonomi bangsa. Berdasarkan kurs referensi di KursDollar.web.id, rupiah diperdagangkan di level tengah Rp 14.116 per dollar AS. Sementara untuk level jual Rp 14.469 per Dollar AS. Menanggapi anjloknya nilai tukar rupiah, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hasyim Sujono Djojohadikusumo mengakui prihatin dengan melemahnya rupiah. Dikatakannya, sebagai pengusaha dirinya merasa kasihan dengan kondisi bangsa saat ini, dimana utang negara makin menumpuk dan tekanan Dollar terhadap rupiah makin tak terbendung. "Saya terus terang saja, saya prihatin yah mengenai pelemahan rupiah. Saya sebagai pengusaha prihatin yah karena untuk pribadi saya dan untuk negara, karena negara kan punya hutang luar biasa yah, banyak hutang luar negeri kita, pada China pada Bank Dunia," kata Hasyim kepada awak media di Ruang Fraksi Partai Gerindra usai konfrensi pers terkait Revisi Undang-Undang (RUU) terorisme pada, Jumat (18/5). Lanjut adik kandung Prabowo Subianto itu, hutang Indonesia tidak hanya pada China dan Bank Dunia, tapi ada dibeberapa Bank-Bank lainnya. Parahnya, kata Hasyim, semua hutang-hutang negara saat ini harus dibayar menggunakan dolar dan itu sangat berat bagi Pemerintah dan bagi perusahan swasta. "Kalau IMF gak ada lagi, terus ada beberapa Bank-Bank lagi. Ini kan semuanya dibayar dengan Dollar yah. Jadi semakin melemahnya rupiah semakin berat bagi Pemerintah dan bagi perusahan swatsta. Terus terang kami prihatin yah, sangat prihatin," ucap Hasyim.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan