Beredar Isu Wanita Bercadar Diamankan Polisi

Minggu, 20 Mei 2018 15:45

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN   –   Aksi teror yang terjadi di Jawa ternyata meresahkan masyarakat, terutama para wanita yang menggunakan cadar. Belakangan ini, beredar unggahan di salah satu akun Instagram yang menyebutkan adanya penahanan terhadap sepuluh wanita bercadar di Mapolres Balikpapan.Entah apa tujuan dari beredarnya unggahan yang belum jelas kebenarannya tersebut. Yang pasti, telah membuat warga, khususnya mereka yang mengenakan cadar menjadi waswas.Dalam unggahan tersebut tertulis kalimat imbauan kepada wanita bercadar di Balikpapan untuk tidak mengenakan cadar dulu, melainkan menggantinya dengan masker. Sebab, dikabarkan personel gabungan TNI dan Polri telah melakukan penahanan terhadap wanita bercadar di Polres Balikpapan.“Jangan pakai cadar dulu, dimohon untuk memakai masker dulu kalau keluar rumah. Soalnya Brimob, TNI, Polri sudah nangkapin akhwat-akhwat bercadar di Polres Balikpapan ada sepuluh orang. Allahu ya Rabb, sekejam inikah fitnah akhir zaman,” tulis unggahan tersebut.Beredar luasnya unggahan tersebut, tentu membuat sejumlah wanita yang mengenakan cadar menjadi cemas.Salah seorang wanita bercadar bernama Miah (bukan nama sebenarnya). Dia mengaku dirinya pun waswas atas peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Wanita bercadar kerap mendapatkan intimidasi dari warga lantaran aksi pengeboman di Surabaya yang melibatkan wanita bercadar.“Ya, memang sih jadi sorotan. Jadinya kalau keluar atau ke mana-mana, sementara kami pakai masker buat pengganti cadar,” akunya.Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta mengaku telah mendengar berita tersebut melalui media sosial. Wiwin memastikan bahwa apa yang dikabarkan tersebut hanyalah berita hoax. Sebab, hingga kini pihaknya tidak menahan atau melakukan razia terhadap wanita bercadar.“Itu hoax. Itu berita-berita provokasi dari masyarakat,” sebutnya.Wiwin meminta kepada masyarakat agar tidak menyebarkan berita hoax yang membuat kondusivitas menjadi terganggu. Pihaknya pun akan terus melakukan peningkatan pengamanan di semua wilayah yang dianggap rawan. Seluruh personelnya dikerahkan untuk menjaga tempat-tempat yang dianggap rawan dan dilengkapi senjata serta rompi antipeluru.“Insya Allah, perlu doa dan dukungan kami semua untuk jaga aman kondusif,” pungkas dia. (yad/yud/k1)

Bagikan berita ini:
8
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar