Tak Hanya Rusak Rumah, Banjir di Bulie Bone Juga Rusak Jalan

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE -- Banjir di Desa Bulie, Kecamatan Sibulue, Sabtu, 19 Mei tergolong cukup parah. Dalam kurun beberapa tahun terakhir, arusnya semakin deras.
Akibatnya, rumah-rumah warga tenggelam. Ketinggian air bahkan mencapai perut orang dewasa. Kerugian material paling dirasakan oleh warga yang berprofesi sebagai petani rumput laut dan petambak.
Kepala Desa Bulie, Muhammad Amin, menganggap banjir kiriman dari Kecamatan Cina itu memang sering melanda desanya. Hanya saja, kejadian kali ini dinilainya yang paling parah.
"Kalau dulu-dulu itu tidak pernah rusak jalanan. Kalau sekarang, karena arusnya deras, jalanan bisa putus. Roda empat tidak bisa lewat sana lagi," terangnya.
Akses jalan yang terkikis banjir itu berada di tiga titik. Amin mengungkapkan, perbaikannya masih menunggu situasi kembali kondusif. "Kemungkinan kalau kerusakannya parah kita akan bangun pakai dana desa," tuturnya.

Tak hanya itu,  sekira 200 areal persawahan yang terkena dampak banjir berarus deras itu. Beruntung, sawah-sawah tersebut baru ditanami benih padi. Dengan begitu, pemilik lahan bisa sedikit bernapas lega.

"Baru sekitar setengah bulanan mereka tanami lahannya. Cuma, yang parah itu yang punya empang. Karena empangnya terendam air. Banyak bibitnya yang terbawa dan ada juga yang gagal panen (ikan)," ungkap Amin.(mam)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...