Warga Disini Masih Pakai KTP Berlogo Provinsi Lain

Minggu, 20 Mei 2018 - 15:48 WIB

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kovensional maupun KTP elektronik (e-KTP) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih didominasi KTP berlogo Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang merupakan provinsi induk Kaltara sebelum dimekarkan.

Berdasarkan informasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara, dari total data kepemilikan e-KTP 686.537 jiwa, baru 288.404 jiwa yang menggunakan KTP dengan logo Kaltim. Artinya, 291.230 KTP sisanya masih berlogo Kaltim.

Dikatakan Kepala Disdukcapil Kaltara, Samuel Parrangan, dinas terkait di lima kabupaten/kota dalam pelayanan administrasi kependudukan dan penggunaan blangko e-KTP difokuskan untuk pembuatan KTP baru, sehingga pelayanan perubahan logo tersebut tidak terlalu signifikan.

Menurut Samuel, kepemilikan KTP dengan logo sesuai wilayah administrasi ini lebih kepada persoalan etika dan tingkat kedisiplinan warga terhadap legalitas administrasi kependudukan. “Iya masih banyak yang menggunakan KTP logo Kaltim. Rasanya kurang pas tinggal di Kaltata tapi KTP logonya Kaltim,” ungkap Samuel kepada Radar Kaltara.

Namun katanya, walau lebih fokus pada pembuatan KTP baru, namun keduanya merupakan hal yang sangat penting untuk ketertiban administrasi. Sisi lain alokasi atau ketersedian blangko untuk lima kabupaten/kota dirasa masih terbatas. “Kalau untuk pergantian dan pembuatan baru tentu perlu banyak stok blangko,” imbuh dia.

Untuk tahun ini saja misalnya, Kaltara dapat jatah blangko e-KTP sebanyak 54 ribu keping. Alokasi itu tidak berbanding lurus dengan nominal usulan yang mencapai 300 ribu keping lebih. Realisasi material blangko itu sebanyak 10 ribu keping untuk Nunukan, Malinau 8 ribu, 4 ribu keping Tana Tidung serta 20 ribu keping Tarakan. “Tarakan dapat jatah lebih banyak karena mau pilkada,” tegas dia.

Saat ini stok blangko masih tersisa sekira 37.039 keping. Yaitu Bulungan tersisa 5.119 keping, Tana Tidung 1.931 keping, Tarakan 18.088 keping, Malinau 5.800 keping dan Nunukan 6.010 keping. Sisa jumlah blangko itu akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pelayanan legalitas kependudukan warga Kaltara, baik pembuatan e-KTP baru maupun daftar tunggu, serta pergantian dari Kaltim ke Kaltara. “Mudahan dapat mengakomodir keperluan administrasi kependudukan ini,” tuturnya.

Samuel berharap di tahun yang akan datang alokasi material blangko untuk Kaltara dapat lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga perubahan nomenklatur fisik KTP juga dapat terakomodir. “Jadi administrasi kependudukan bisa lebih tertib,” pungkasnya. (isl/eza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.