RUU Anti Terorisme Libatkan TNI, Kodam Hasanuddin Sudah Petakan Pelaku

Senin, 21 Mei 2018 20:08
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wacana pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme mencuat belakangan ini pasca teror bom di beberapa wilayah di Indonesia. Hal itu tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 atau Undang -Undang Antiterorisme yang sedang dikebut oleh pemerintah dan DPR.Terkait hal tersebut, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agus Surya Bakti siap mengikuti perintah jika Undang-Undang tersebut resmi dikeluarkan.”Saya kira masih proses dalam untuk pelibatan TNI dan itu rananya di pusat, kita siap saja apa nanti bentuk pelibatan itu karena tentunya ada undang-undang, karena yang terakhir di running teks ada Perpres, yang jelas TNI siap apapun perintah yang diberikan kepada kita,”kata Agus saat ditemui pada dialog Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme di salah satu hotel di Makassar, Senin (21/5/18).Selain itu, pihaknya sedang memetakan peredaran teroris di Sulsel. Dia meyakini bahwa terdapat banyak teroris yang berada di Sulsel. Olehnya itu, jenderal yang akrab disapa Agus SB itu berharap masyarakat ikut berperan dalam mengungkap teroris di Sulsel.”Saat ini sedang kita petakan memang kemarin ada informasinya dan kita sudah petakan yang sudah ada dan yang belum, makanya kita katakan peranan masyarakat sangat penting tidak bisa kita saja, karena masyarakat banyak yang tahu dia begini kehidupannya, tapi saya yakini mereka adalah mantan teroris dari Suriah,”bebernya.Untuk itu, Kodam Hasanuddin beserta jajarannya tetap melakukan pendekatan terhadap teroris yang telah diketahui berada di Sulsel, dengan harapan orang yang terduga teroris tersebut tidak melakukan aksinya di Sulsel.”Terhadap mereka kita harus lakukan pendekatan terhadap mereka, artinya jangan perang disinilah, tapi perang disana dimana yang mereka yakini misalnya Palestina, silakan yang penting jangan disini. Makanya saya harap masyarakat ikut membantu dan kita juga kerahkan badan intelejensi untuk memetakan itu, tapi saya tidak bisa ungkap itu karena itu merupakan operasi intelejen yang tidak perlu diungkapkan,”harapnya.Meski kondisi Sulsel masih terbilang kondusif, dirinya tetap waspada terhadap ancaman teror yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Menurutnya, Sulsel menjadi bagian dari aksi teror yang terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia.”Sebagian mereka ada di sini tapi mereka kebanyakan main ditempat lain, karena mereka masyarakat di sini dan itu sudah cukup kondusif yang artinya adat kekerabatan suku Bugis disini cukup kuat,”lanjutnya”Saya kira Sulsel juga menjadi bagian dari aksi teroris yang kemarin karena Sulsel menjadi salah satu tempat transit seperti dari Nusa tenggara dari Poso karena kita berdekatan dengan Poso, tapi kita tetap waspadai. jadi mereka itu semua yang betul betul kejam dan militan termasuk dari aliran yang lama juga masih ada misalnya lulusan dari Suriah itu yang cukup keras yang bermain di Filipina, Poso,”tutupnya. (sul/fajar)

Bagikan berita ini:
9
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar