Aa Gym Masuk 200 Mubalig Kemenag, Tanggapannya Beda dengan Abdul Somad


FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Nama Ustad Yan Gymnastia alias Aa Gym termasuk dalam 200 Mubalig yang direkomendasikan Kementerian Agama (kemenag). Aa Gym lantas merespon hal tersebut.Da’i 58 tahun ini merasa belum pantas  menjadi Mubalig rujukan Kemenag. Apalagi tidak terdapat nama da’i-da’i lain yang keilmuannya dinilai melebihi.  Ia meminta Kemenag agar mengevaluasi rilis 200 mubalig tersebut.“Alangkah indahnya kebijakan ini dievaluasi dengan seksama dan dimusyawarahkan dengan MUI serta melibatkan para pimpinan ormas Islam, sehingga kelak dapat menghasilkan kebijakan yang adil dan didukung oleh umat.” Tulis Aa Gym melalui akun sosial medianya.“Dari kriteria, sejujurnya pribadi ini masih sangat jauh dari selayaknya seorang ulama bagi segi keilmuan maupun pengalaman. Apalagi melihat guru-guru dan sahabat-sahabat Aa yang tidak diragukan lagi keilmuan, kecintaan, dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar.” Sambungnya.Seperti diketahui, Ustad kondang Abdul Somad, tidak termasuk dalam rilis 200 mubalig tersebut. Menanggapi itu, jawaban berbeda diutarakan Ustad lulusan Universitas Al Azhar ini. Abdul Somad menanggapi santai.“Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan Masyarakat karena penuh  sampai April 2020,” jawab ustad Abdul Somad.

Sebelumnya, menanggapi polemik 200 mubalig rekomendasi Kemenag, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akhirnya buka suara. Ia mengatakan, daftar nama penceramah agama tersebut merupakan bentuk layanan Kemenag atas pertanyaan masyarakat tentang mubalig/mubaligah. Kata dia, daftar berisi 200 nama itu bukan dari hasil seleksi.

“Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik,” ujar Lukman,  Senin (21/5).

Menurutnya, rilis itu juga bukan dalam rangka memilah penceramah agama. Bahkan, daftar nama yang disusun sesuai usulan beberapa kalangan itu akan terus diperbarui.

Bagi masyarakat yang hendak mengusulkan nama bisa mengirim pesan WhatsApp ke Kemenag melalui nomor 08118497492. Lukman menegaskan, Kemenag terus menerima banyak masukan dari masyarakat tentang nama-nama mubalig/mubaligah yang perlu masuk dalam rekomendasi. (dal)

 

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: