Soal 200 Nama Mubalig, Kemenag Kalsel Ikut Protes Menteri Agama

Selasa, 22 Mei 2018 - 03:25 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendapat protes dari internalnya akibat rilis 200 mubalig. (Foto: Hendra Eka/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID — Kementerian Agama (Kemenag) terus menuai protes setelah merilis 200 nama mubalig. Tidak ketinggalan dari internal kemenag.

Gelombang protes dari internal itu datang dari Kantor Wilayah Kemenag Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Saya juga bingung. Dari 200 nama mubalig yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, tak satupun ada yang berasal dari Kalsel,” tutur Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Noor Fahmi, seperti dilansir Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Senin (21/5/2018).

Menurut Fahmi, Kalsel merupakan daerah yang dikenal religius dan memiliki ulama. Atas keputusan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu, Noor Fahmi akan melakukan protes ke kantar pusat pada Senin (21/5).

Protes itu untuk guna mendesak Kemenag agar memasukkan nama ulama atau dai dari Kalsel dalam daftar mubalig yang direkomendasikan Kemenag. Dia menyebut, saat ini penceramah dari Kalsel yang terkenal juga memiliki banyak jamaah, seperti Guru Zuhdi, Guru Danau, dan Guru Bakhiet. Ketiganya selain memiliki banyak jamaah, juga intensif melakukan kegiatan keagamaan.

“Kementerian Agama tak ada koordinasi ke kami sebelumnya. Andaikan ada koordinasi, kami akan merekomendasi mubalig yang ada di Kalsel. Mungkin mereka (kementerian) melakukan pantauan dari Jakarta,” tukasnya.

Melihat nama 200 mubaligh yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Fahmi menilai penceramah tersebut ada yang memiliki titel akademik. Namun, jika parameternya adalah titel tersebut, Fahmi menyebut, di Kalsel pun ada. Contohnya Prof Hafiz Ansari dan KH Husin Nafarin. “Jika kriterianya titel akedemik, mubalig Kalsel pun punya. Besok (hari ini) kami koordinasikan ke kementerian,” janjinya.

Seperti diketahui, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan 200 daftar nama yang direkomendasikan Kemenag. Mereka harus memiliki tiga kriteria, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. “Jadi 200 daftar nama mubalig, tidak sembarang mubalig, tapi hanya yang memenuhi tiga kriteria,” kata Lukman. (iil/jpg/ce1/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.