Sebut Habib Bukan Keturunan Nabi, Ustad Haikal Hasan Dilaporkan ke Polda

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, Forum Komunikasi Alawiyin melalui Husin Shahab melaporkan salah satu akun media sosial Twitter atas nama @Haikal_hassan ke Mapolda Metro Jaya pada Selasa (22/5).

Laporan dibuat atas tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik dan atau ujaran kebencian berdasarkan SARA.

Diketahui, Haikal Hassan adalah seorang pendakwah. Dia dilaporkan karena postingan di akun media sosial Twitternya yang menyebutkan habib bukanlah keturunan Nabi Muhammad SAW, melainkan keturunan Abi Thalib yang masih kafir ketika wafatnya. Cuitan itu diposting oleh @Haikal_Hassan pada Februari 2013 lalu.

“Jadi begini dari ujaran kebencian dari Haikal Hasan ini menyebabkan kawan-kawan para habaib tersinggung, dan merasa Haikal Hassan memprovokasi antara habaib dengan habaib akhirnya akan timbul seperti itu. Oleh karena itu kami bersama kawan-kawan Forum Komunikasi Alawiyin, saya mewakili mereka melaporkan Haikal Hassan dengan didampingi kawan-kawan Cyber Indonesia,” kata Husin di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/5).

Husin membeberkan, mengapa pihaknya baru melaporkan Haikal Hassan sedangkan postingan tersebut sudah lima tahun yang lalu.

“Iya itu karena mulai dari tanggal itu tidak ada yang berani melaporkan, jadi orang melihat ini ada menyinggung golongan tertentu,” ucapnya.

Menurutnya, Haikal Hassan adalah seorang pendakwah yang mempunyai banyak pengikut, jadi ketika dia membuat postingan tersebut dan akan menimbulkan efek negatif di masyarakat.

“Ada indikasi yang lebih besar tidak mengaminin apa posisi seorang habib gitu loh. Sedangkan habib itu kan tokoh masyarakat yang dihormatin oleh masyarakat umat islam di Indonesia. Saat ujaran kesebar di seluruh masyarakat Indonesia akan ada efek negatif oleh masyarakat Indonesia, bahwa habib bukan tokoh masyarakat yang intinya bukan betul-betul turunan nabi,” jelasnya.

Laporan Husin teregister dengan nomor TBL/2767/V/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus ter tanggal 22 Mei 2018. Perkara dilaporkan adalah penghinaan dan atau pencemaran nama baik dan atau ujaran kebencian berdasarkan SARA dengan pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) dan atau pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 156 KUHP. Terlapor dalam kasus ini akun Twitter @Haikal_Hassan. (AF)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...