Ancaman Hukuman Mati Untuk Kijang Si Bandar Narkoba

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Bandar sabu Internasional, Syamsul Risal alias Kijang, terancam hukuman mati. Hal it

Syamsul Risal alias Kijang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sebelumnya ditangkap di perbatasan  Indonesia – Malaysia, tepatnya di Pulau Sungai Nyamuk, Desa Bambanga, Kec. Sebatik, Kab. Nunukan,  Kalimantan Utara.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, DPO sudah dua tahun buron sejak April 2016  lalu. Kijang berhasil ditangkap, pada Minggu 20 Mei lalu. Namun, 2016 lalu saat hendak ditangkap, Kijang berhasil  meloloskan diri.

“DPO Kijang ini sudah dua tahun jadi buronan Polda Sulsel, kemudian berhasil di tangkap di Pulau Nyamuk,  Nunukan pada Mei 2018. Waktu 2016 lalu ditemukan 3,4 Kg sabu,” kata Dicky saat merilis kasus itu di Mapolda  Sulsel, Kamis (24/5/18).

Sejak menjadi Tersangka, Kijang memperoleh Narkotika jenis Sabu ini dari keempat rekannya yang kini  sementara menjalani Vonis hukuman di Rutan kelas 2B Pinrang. Kijang selalu berhasil berpindah-pindah tempat  hingga ke perbatasan Filipina, sebelum akhirnya berhasil tertangkap di Nunukan, Kaltara.

“Kijang ini bukan orang biasa, dia bandar besar, dia bisa menguasai peredaran Narkoba dari luar maupun dalam  negeri. Dati kasus ini, tersangka di ancam hukuman mati,” tegas Dicky didampingi Dirnarkoba, Kombes Pol  Hermawan. (Jaya/upeks/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani

Comment

Loading...