Kondisi Mobil Dinas yang Dikembalikan Dewan Memprihatinkan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Mobil dinas yang dikembalikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan sejak beberapa bulan lalu, ternyata masih banyak yang belum dimanfaatkan Pemerintah Kota Tarakan untuk kepentingan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dari pantauan Bulungan Post, masih ada belasan mobil dinas yang tersimpan di halaman parkir Masjid Baitul Izzah.  Mobil pun terkesan tidak dirawat karena bodi luar mobil diselimuti debu. Bahkan beberapa mobil, bannya kempes.

Padahal, kebutuhan mobil dinas telah dinanti sejumlah OPD untuk melakukan kegiatan operasional.

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Tarakan misalnya, butuh beberapa mobil untuk mendukung kegiatan kepala dinas maupun kepala bidang.

“Dinsos dan Pemberdayaan Perempuan) ada dua bidang, satu sekretaris, satu kepala dinas. Itu saja kalau bidang mendapat satu mobil, berarti, idealnya ada empat,” ujar Kepala Dinsos dan Pemberdayaan Perempuan Syahrintan, di ruang kerjanya, Selasa (22/4).

Belum ditambah kepala seksi yang menurut Syahrintan harus mendapat mobil dinas. Juga panti jompo yang dikelola Pemkot Tarakan di daerah Juata Kerikil harusnya mendapat mobil operasional.

Dua mobil dinas yang digunakan saat ini untuk sekretaris dan kepala dinas pun diakuinya masih belum mendukung.

Bahkan mobil dinas untuknya tak bisa digunakan karena dalam kondisi rusak pascatabrakan beberapa waktu lalu. Belum diperbaiki hingga kini, karena membutuhkan biaya jutaan rupiah. Sedangkan pihaknya tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk perbaikan.

Untuk mendukung kegiatannya di lapangan, Syahrintan terpaksa menggunakan mobil  dinasnya saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Padahal, kondisinya tidak layak digunakan untuk pejabat setingkatnya.

“Kalau untuk kepala dinas sih kurang layak. Apalagi dijadikan operasional, kurang layak, tapi apa boleh buat itulah yang ada yang penting bisa jalan, kami manfaatkan,” tuturnya.

Mobil dinas yang dikendarainya itulah yang sering dimanfaatkan semua jajarannya untuk mendukung kegiatan di lapangan. Dengan hanya satu mobil saja, jelas masih kurang.

Menurut Syahrintan, pihaknya sudah berulang-ulang memohon kepada Pemkot Tarakan untuk penggunaan mobil dinas. Tapi, realisasinya baru satu yang diberikan. Itupun dalam kondisi beberapa spare part rusak. “Bannya sama akinya harus diganti,” imbuhnya.

Kondisi tersebut, mendesak pihaknya menerima mobil yang diberikan meski harus diperbaiki terlebih dahulu. Karena rencananya mobil tersebut akan dimanfaatkan operasional panti jompo untuk membawa penghuni panti melakukan kontrol secara rutin ke puskesmas maupun rumah sakit.

Syahrintan sendiri agak kecewa dengan pemberian mobil dinas yang tidak sempurna. Karena untuk biaya perbaikan dan perawatan mobil sudah tidak bisa lagi dianggarkan dalam kegiatan operasional perangkat daerah. Otomatis menjadi tanggungan pribadi si pemakai. Padahal, pemanfaatannya untuk keperluan kerja.  “Kami menginginkan yang layak, yang masih sesuai,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Tarakan Arbain tidak bisa memastikan kapan mobil dinas tersebut didistribusikan karena keputusan sepenuhnya di tangan pengambil kebijakan.

“Tanya sama Pak Sekda (Sekretaris daerah) saja. Jangan tanya sama aku,” tutur Arbain di ruang kerjanya, Selasa (22/5).

Disinggung tidak adanya lagi anggaran untuk perawatan dan operasional kendaraan dinas, Arbain membenarkan. Ketentuan itu bahkan sudah diberlakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun, apakah hal ini juga mempengaruhi pegawai untuk tidak memanfaatkan mobil dinas, Arbain tidak bisa memperkirakan hal itu.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengaku akan meninjau ulang lagi usulan-usulan OPD untuk penyaluran mobil dinas.

“Kami akan menyalurkan dengan bijak. Artinya di mana pos-pos yang memang harus diberikan kami akan lakukan. Sudah ada beberapa masuk usulan, termasuk dari panti jompo yang kita punya, lalu dinas sosial dan beberapa dinas teknis yang memang harus membutuhkan kendaraan,” ungkapnya, Senin (21/5).  (mrs/rio) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment