Peredaran Obat Door to Door Sulit Terdeteksi BPOM

Kamis, 24 Mei 2018 14:53

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Peredaran obat door to door atau dijual dengan cara dari rumah ke rumah masih sulit dideteksi. Hal itu diungkap Kepala Badan Pengawasan Obatan dan Makanan (BPOM) Mamuju, Neti Nurmuliawati.“Saya Sulit, kerena kita mau telusuri kemana, dia pun tidak ada cantumkan dimana produksinya dan alamatnya pun tidak terterah dalam kemasannya” ungkap Neti kepada Rakyatsulsel.com saat mengunjungi rumah Muh Riski Alif di Desa Patidi, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (24/5).Sekedar diketahui, sebelumnya salah satu warga Sulbar, Muh Riski berumur dua tahu satu bulan dan ia juga penderita gizi buruk diduga meninggal setelah menkonsumsi obat yang dibeli Neneknya seharga Rp 1.200.000 dari penjual yang ia tidak kenal saat datang ke rumahnya.Neti pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak meladeni penjual obat yang tidak jelas.“Masyarakat harus berahati-hati. Karena mereka ini yang penjual pintar bicara untuk mempengaruhi masyarakat,” katanya.Ia mengatakan bahwa kematian Riski Alif juga belum bisa dipastikan apakah disebabkan obat Herbal tersebut.

Bagikan berita ini:
2
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar