Rupiah Melemah, Harga Pangan Meroket di Awal Ramadhan

Kamis, 24 Mei 2018 - 16:49 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kenaikan harga pangan dibeberapa pasar di Indonesia tak lepas dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari kursdollar per hari ini, Kamis (24/5) nilai tukar rupiah sudah berada pada Rp 14.157.82 per dollar AS.

Otomatis, melemahnya nilai tukar rupiah ini sangat berpengaruh besar pada harga pangan diawal bulan Ramadhan. Berdasarkan data yang dihimpum, bahan pangan seperti telur dan daging ayam melonjak sejak dua hari kemarin. Harga telur ayam mengalami kenaikan secara drastis hingga menyentuh angka Rp 28 ribu perkilogram, yang harga normaknya Rp 22 sampai Rp 24 ribu perkilogram. Sementara harga daging ayam yang biasanya dijual perkilogram Rp 42 ribu naik menjadi Rp 50 ribu.

Melonjaknya harga telur dan daging ayam ini melampui acuan Pemerintah yang ada di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018. (Harga acuan) ayam Rp 32 ribu perkilogram dan telur Rp 22 ribu perkilogram pada tingkat konsumen.

Menanggapi melonjaknya harga telur dan daging ayam ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo mengakui, melonjaknya harga telur dan daging ayam ini tak lepas dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. “Tingginya harga telur ayam yang mencapai Rp 28.000/Kg dan daging ayam potong yang mengalami kenaikan harga mencapai Rp 50.000/ekor di bulan Ramadan sebagai akibat dari meningkatnya nilai tukar dolar,” kata Bambang Soesatyo, Kamis (24/3).

Politisi Partai Golkar ini meminta Komisi VI DPR RI untuk mendorong Kementerian Perdagangan segera melakukan operasi pasar, guna menjaga stabilitas harga ayam dan telur di pasaran dan menjamin ketersediaan daging ayam dan telur selama bulan Ramadan hingga lebaran.

“Komisi VI DPR mendorong Kemendag untuk meningkatkan pengawasan kepada para distributor daging ayam dan telur, guna mencegah adanya distributor yang melakukan penimbunan daging ayam dan telur hingga berpengaruh pada harga di pasar,” ujar Bambang Soesatyo.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI juga meminta Komisi VI yang membidangi industri perdagangan untuk bersama dengan pihak Kemendag mencari solusi atas permasalahan ini. “Komisi VI DPR mendorong Kemendag untuk segera mencari solusi atau alternatif lain atas naiknya harga pakan ternak yang turut menyebabkan naiknya harga daging ayam potong dan telur,” desaknya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.