Sudah Banyak Korban, Wajib Perbaiki Muda Transportasi Air!

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Terjadinya sejumlah kecelakaan transportasi air di Kalimantan Utara, harus mendapat perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat.

Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Norhayati Andris mengatakan, tragedi kecelakaan speedboat yang baru saja terjadi di perairan desa Sengkong, Kecamatan Sesayap Ilir, Kabupaten Tana Tidung membuktikan, lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kecelakaan yang mengakibatkan 5 korban jiwa itu membuktikan pemerintah masih lemah dan setengah hati melakukan pengawasan terhadap sarana transportasi sungai dan laut yang ada di Kaltara. Kejadian ini menambah catatan buruk transportasi kita padahal belum lama ini speedboat terbalik di Tanjung Selor telah mengakibatkan 10 korban jiwa,” ungkapnya kepada Bulungan Post, Rabu (23/5).

Menurutnya kecelakaan yang baru saja terjadi itu harus ditetapkan sebagai kejadian luar biasa. Sehingga pemerintah lebih serius dalam melakukan pembenahan transportasi air.

“Sepertinya ada sistem keselamatan transportasi angkutan sungai dan laut ini yang belum maksimal pembenahannya. Menurut saya ini harus dipikirkan secara serius, jangan sampai ini dianggap kecelakaan biasa, atau sebuah khilafan dari pihak motoris,” ujarnya.

Ia menegaskan, belum lama ini DPRD telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepelabuhanan Keselamatan Transpotasi Sungai di wilayah Kaltara.

Pemprov Kaltara diminta dapat melaksanakan perda itu sehingga menekan kecelakaan sungai.

“Sebaiknya pemerintah memperketat uji kelayakan operasional speedboat dengan memperhatikan seluruh alat penunjang. Uji  kesehatan bagi para motoris juga perlu dilakukan paling lama 6 bulan sekali. Cek mata dan batas usia maksimum sebagai motoris speedboat,” pungkasnya. (adv/*/isa)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1

Comment

Loading...