Dulu Jokowi Janjikan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Mana?

Jumat, 25 Mei 2018 06:12

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Gerindra mengingatkan Presiden Joko Widodo pada janji kampanyenya soal pertumbuhan ekonomi (PE) sebesar 7 persen.Anggota Fraksi Gerindra Ramson Siagian bersama Ketua Fraksi Gerindra Edhy Prabowo saat temu media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/5), mengatakan pemerintah mematok target pertumbuhan yang tidak realistis dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2019, yakni 5,4 – 5,8 persen.”Kami melihat kurang realistis karena pada 2018, diasumsikan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, tapi reliasasi yang sudah dilakukan sesuai laporan pemerintah hanya 5,01 persen kuartal pertama,” ucap Ramson.Dia memandang bahwa PE yang diasumsikan sebesar 5,4 – 5,8 persen akan sulit dicapai. Karena itu dia mengingatkan pemerintah lebih realistis, kecuali ada kebijakan-kebijakan yang dibuat bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.Fraksi Gerindra, kata Ramson, sepakat terhadap upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena dapat menyejahterakan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Konsumsi juga akan meningkat.”Tetapi itu bisa disesuaikan kalau pemerintah membuat kebijakan yang tepat. Ini masalah. Padahal Presiden Jokowi pada kampanyenya menjanjikan bahwa selama pemerintahannya akan ada pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Itu problem yang dihadapi,” lanjut Ramson.Sedangkan soal nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD), pemerintah membuat asumsi antara Rp 13.700 ke Rp 14.000. Namun dari kebijakan-kebijakan fiskal dan non fiskal pemerintah yang kurang match dengan kebijakan moneter, membuat potensi rupiah kembali akan melemah.

Bagikan berita ini:
1
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar