Ingat!! Mubalig Lahir dari Masyarakat, Bukan dari Negara

Jumat, 25 Mei 2018 02:16

Prayitno menegaskan, Pemerintah harus paham benar tentang arti mubalig ini, agar langkah Pemerintah dalam mengambil satu keputusan itu tidak menjadi pertentangan dengan publik. “Anasir-anasir ini harus dibaca, bahwa tradisi Islam kita berbeda dengan tetangga sebelah seperti Malaysia,” tegasnya.Meski begitu, Prayitno tetap berprasangka baik kepada Pemerintah atas langkah ini. Dikatakan Prayitno, langkah Pemerintah merilis 200 nama ini sebagai satu cara untuk meredam kesalah pahaman antar anak bangsa pasca Pemilihan Presiden 2014 lalu. Jadi, dengan menampilkan mubalig berkualitas bisa meredam kondisi bangsa saat ini.”Soal kriteria mungkin kita perlu prasangka baik dengan Menteri Agama, mungkin di tengah kegaduhan bangsa kita yang selalu disebut terbelah karena konflik Pilpres 2014 ga selesai, akibat pilkada 2017 ga selesai, dan isu-isu keagaaman yang sensitif, saya kira memang penting mubalig, ustad atau kiyai itu memberikan suatu kriteria apapun parameternya untuk dijadikan menjadi narasumber,” ungkapnya. (Aiy/Fajar)

Bagikan berita ini:
7
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar