Terbukti Kurma dari Timur Tengah Bisa Berbuah di Lahan Gambut

  • Bagikan
Panen perdana buah kurma jenis Barhi di halaman masjid Alfalah Darul Muttaqin Pekanbaru, Riau, pada Jumat (25/5). (Foto: Virda Elisya/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Masjid Alfalah Darul Muttaqin Pekanbaru, Riau, melakukan panen perdana buah kurma yang ditanam di halaman masjid yang terletak di Jalan Sumatera tersebut pada Jumat siang (25/5/2018). Panen buah ini dilakukan ustad kondang Indonesia, Ustad Mustafa Umar.Menurut Ustad Mustafa Umar, panen buah kurma jenis Barhi ini membuktikan bahwa buah kurma yang berasal dari Timur Tengah bisa tumbuh subur di Riau yang sebagian besar adalah lahan gambut. Juga sekaligus mematahkan anggapan kalau pohon kurma yang ditanam di sini tidak dapat menghasilkan buah.”Panen kurma perdana yang kita tanam beberapa tahun lalu. Banyak orang yang bertanya mungkin gak kurma itu akan berbuah disini, karena belum ada yang kita jumpai kurma yang berbuah apabila ditanam untuk diambil buahnya,” ujarnya, usai memanen buah kurma yang masih berwarna kuning tersebut.Di depan halaman masjid ini, ada delapan batang pohon kurma yang ditanam. Namun dari jumlah tersebut, baru satu pohon yang buahnya dapat dipanen. Pohon-pohon ini, mendapatkan perawatan dari tim ahli. Bahkan, pengurus masjid secara khusus pernah mendatangkan salah seorang ahli tanaman berasal dari Thailand, supaya pohon kurma yang ditanam bisa berbuah.”Beberapa tahun ini kita jaga dan pelihara dengan baik. Ada tim ahli yang mengetahui bagaimana menjaga dan memelihara kurma ini. Alhamdulillah hasilnya berbuah dan kita lihat di setiap tandannya banyak, karena bukan kebetulan dia berbuah tapi memang benar-benar hasil jerih payah,” tuturnya.

  • Bagikan