Gaji Bu Mega Kalahkan Presiden, Golkar: Enggak Perlu Dibahas

FAJAR.CO.ID — Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, meminta untuk tidak mempersoalkan honorarium yang diterima Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, dan delapan anggota BPIP.

“Tentu, kalau masalah renumerasi (total kompensasi) itu domainnya di eksekutif,” ujar Airlangga saat ditemui di sela buka puasa bersama di rumah dinas Ketua DPR RI di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Airlangga mengaku sudah mendapat penjelasan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani soal rincian gaji Megawati dan jajaran di BPIP.

Sri Mulyani, kata Airlangga, menjelaskan bahwa gaji tersebut sudah dianggarkan dan sudah ditetapkan berdasarkan standar gaji lembaga negara.

“Artinya apa yang sudah dianggarkan itu sudah berproses renumerasinya mengikuti standar kelembagaan yang ada,” jelasnya.

Disinggung gaji Megawati dan delapan anggota BPIP yang lebih besar dari Presiden, Wapres dan bahkan dirinya sebagai Menteri Perindustrian, Airlangga malah membandingkan dengan standar gaji direksi BUMN.

“Kalau gaji menteri sama Dirut BUMN aja kalah. Jadi itu enggak perlu dibahas lagi,” tukasnya. (dem)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Rasid+Alfarizi

Comment

Loading...