Cuma Diupah Rp1 Juta, Wanita di Gowa Terancam 9 Tahun Penjara, Ini Penyebabnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA — Seorang wanita Lebong (36), tertangkap tangan oleh Tim OTT Polres Gowa saat melakukan pemungutan liar terhadap pedagang kaki lima pada kawasan car free day depan Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Jumat (25/5/18) lalu.

Keterangan dari tersangka, pemungutan liar tersebut dilakukan dengan dalih uang tersebut digunakan untuk membersihkan disekitar kawasan car free day.

“Dan dari hasil penangkapan terhadap tersangka berhasil dilakukan penyitaan uang sebesar Rp2 juta lebih, dan tersangka sudah melakukan hal tersebut sudah lebih dari 5 tahun,”ujar Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga saat konferensi pers di Mako Polres Gowa, Selasa (29/5/18).

Selain itu, lanjut Shinto, tersangka mengaku mendapat perintah dari Dinas Kebersihan Pemerintah Kabupaten Gowa berinisial AD. Dimana perintah tersebut seolah-olah menjadi kutipan untuk melakukan pungli di kawasan car free day.

“Nah disini kami tidak menemukan dasar hukum peraturan-peraturan daerah setempat yang memperbolehkannya pengutan uang dari pedagang yang berjualan di kawasan car free day. Dan dalam kesempatan kami ingin menyampaikan kepada warga Gowa untuk melaporkan semua bentuk pungli yang ada di pelayanan publik,”terang Shinto.

Demikian itu, tersangka dikenakan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan disertai ancaman kekerasan, dengan hukuman 9 tahun penjara. Tak hanya itu fokus hukum bukan hanya terhadap tersangka tapi juga terhadap orang yang menyuruh melakukan pemungutan liar itu.

“Sementara ini kita masih dalami kasus tersebut, dan hukum ini kita pertajam sampai ke atas agar tidak memilah milah orang yang harus mendapatkan pertanggung jawaban atas pidana ini,”tegas Shinto.

“Tersangka sendiri sudah mengatakan bagiannya sebesar Rp1 juta dari hasil pungli ini dan ada beberapa yang memang diserahkan kepada orang orang yang duduk di struktur ke Dinasan,”pungkasnya.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...