Diduga Rilis Survei Pesanan, Akademisi: JSI Jangan Jadi “Pelacur” Demokrasi

Selasa, 29 Mei 2018 16:56

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lembaga riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Senin (28/5) lalu merilis survei seputar Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan, yang menempatkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan tingkat elektabilitas tertinggi.Survei itu kemudian memancing beragam respon masyarakat. Tak sedikit yang meragukan metode penghitungan suara responden maupun pemeringkatan para kandidat. Sebab umum diketahui, JSI merupakan konsultan politik yang bekerja untuk tim pemenangan IYL-Cakka.Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Makassar DR Syamsir Rahim, salah satu yang melontarkan tanggapan negatif. Dia menilai hasil survei yang dirilis JSI tepat satu bulan jelang pemungutan suara itu cenderung subjektif dan hanya untuk kepentingan klien belaka.“Hasil survei seakan memperjelas posisi mereka sebagai pendamping pemenangan. Padahal semestinya survei dijalankan dengan profesional dan objektif karena menyangkut partisipasi masyarakat,” kata Syamsir di Makassar, Selasa (29/5).Syamsir mengungkapkan sejumlah alasan mengapa survei JSI patut dipertanyakan. Yang utama adalah perbedaan mencolok survei tersebut dengan hasil riset teranyar sejumlah lembaga nasional yang bersifat independen. Ini disebut sebagai hal yang tidak lazim.JSI diketahui menempatkan IYL-Cakka pada peringkat pertama dengan tingkat elektabilitas 29,8%. Riset ini mengumpulkan pendapat responden pada bulan Mei, meski tidak disebutkan tanggalnya. Padahal pada waktu yang tidak jauh lebih lama, dua lembaga sama-sama menempatkan pasangan ini pada peringkat tiga dari empat kandidat.

Bagikan berita ini:
1
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar