Layaknya Berpuasa, Masyarakat Nonmuslim Ikut Ngabuburit

  • Bagikan
Nofi Agustina (Baju merah) ketika melayani pembeli di lapak miliknya. (Foto: Bobi Bani/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Aktivitas menunggu waktu berbuka puasa yang dikenal sebagai “ngabuburit” kerap diisi sejumlah kegiatan. Mulai dari mempersiapkan menu berbuka puasa hingga jalan-jalan di suatu tempat.Fakta menarik, ngabuburit tidak hanya dilakukan umat muslim yang sedang menjalankan puasa. Hal berbeda justru terlihat di Pasar Ramadan Mitra Raya, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).Setiap sore menjelang Magrib, pasar tersebut selalu dipadati pengunjung. Mereka membeli makanan yang tersaji di sejumlah lapak. Namun dari sekian banyak pengunjung Pasar Ramadan Mitra Raya, justru yang lebih dominan adalah masyarakat Tionghoa nonmuslim.Mereka berbelanja mencari jajanan unik khas ramadan layaknya umat muslim yang berpuasa. Bahkan ada di antara mereka yang membuka lapak dengan menyediakan jajanan dan menu berbuka untuk masyarakat yang memadati kawasan pasar.Nofi Agustina, 34, merupakan satu dari beberapa pedagang nonmuslim yang membuka lapak di Pasar Ramadan Mitra Raya. Menurutnya momen ngabuburit memang menjadi hiburan tersendiri buat masyarakat nonmuslim.Sejak dibuka pada sekitar pukul 15.00 WIB, masyarakat Tionghoa selalu mengiasi sepanjang stan bazar yang disediakan. “Memang ini mereka tunggu-tunggu juga. Jadi hiburan bersama keluarga. Mereka juga berbelanja seperti orang puasa,” ujar Nofi ketika ditemui di lapaknya.Toleransi beragama sangat terlihat di antara masyarakat yang membaur di Pasar Ramadan Mitra Raya. Pengunjung nonmuslim bisa langsung mengonsumsi makanan karena tidak perlu menunggu waktu berbuka. Namun hal itu tidak tampak di Pasar Ramadan Mitra Raya. Mereka umumnya membeli jajanan untuk dibawa pulang. Hal serupa juga dilakukan anak-anak mereka yang ikut ngabuburit. (bbi/JPC)

  • Bagikan