Sidang Pledoi, Dua Terdakwa Kasus Korupsi RS Bantaeng Malah Mangkir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Dua orang terdakwa perkara dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Belajen, Kabupaten Enrekang, menolak untuk hadir dalam sidang agenda pembacaan nota pembelaan (Pledoi), tanpa alasan yang jelas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Keduanya adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang Dr H Marwan Ahmad Ganoko selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur PT Haka Utama Ir Andi M Kilat Karaka.

Hal tersebut dibenarkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamaria bahwa keduanya menolak dan tak ingin mengikuti persidangan perkara tersebut saat hendak dijemput di sel tahanan Tipikor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas I Makassar."Kita tidak tahu apa alasannya tidak mau ikut sidang," ujar Kamaria, Senin (28/5).

Tapi kata Kamaria, walaupun kedua terdakwa tersebut tidak mau menghadiri sidang. Sidang tersebut harus tetap dilakukan dan dilaksanakan walaupun Peldoinya di bacakan oleh pengacara tanpa terdakwa.

Sidang pembacaan pledoi kali ini hanya dihadiri oleh salah satu terdakwa yang juga merupakan kuasa direksi PT Haka Utama, Sandy Dwi Nugraha.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin pleidoi yang langsung dibacakan oleh kuasa hukum terdakwa, Faisal Silenang. Kesimpulan pleidoi yang dibacanya memohon agar hakim bisa memutuskan seadil-adilnya hukuman untuk kliennya.

"Memohon kepada yang mulia memutuskan sesuai dengan hukum. Sebagai penutup, kami menyatakan bahwa Sandy Dwi Nugraha meminta keringanan hukum,"kata Faisal.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...