Papua Nugini Target Sebulan Bersihkan Akun Facebook Palsu

FAJAR.CO.ID -- Pemerintah Papua Nugini akan melarang Facebook selama sebulan. Ini sebagai upaya mereka menindak "pengguna palsu" dan mempelajari pengaruh situs web terhadap warga.

Menteri komunikasi, Sam Basil, mengatakan penutupan akan memungkinkan analis departemennya untuk melakukan penelitian dan analisis tentang siapa yang menggunakan platform, dan bagaimana mereka menggunakannya.

"Waktu akan memungkinkan informasi dikumpulkan untuk mengidentifikasi pengguna yang bersembunyi di balik akun palsu, pengguna yang mengunggah gambar porno, pengguna yang memposting informasi palsu dan menyesatkan di Facebook untuk difilter dan dihapus," kata Basil kepada surat kabar Post Courier.

Bagi Basil, pengguna Facebook harus memiliki identitas nyata. Masyarakat menurutnya harus bertanggungjawab meskipun itu di dunia maya. "Ini akan memungkinkan orang-orang asli dengan identitas nyata untuk menggunakan jaringan sosial secara bertanggung jawab," jelasnya.

"Kami juga dapat melihat kemungkinan membuat situs jejaring sosial baru bagi warga PNG untuk digunakan dengan profil asli juga. Jika perlu maka kami dapat mengumpulkan pengembang aplikasi lokal kami untuk membuat situs yang lebih kondusif bagi Papua New Guinea untuk berkomunikasi di dalam negeri dan luar negeri juga,” kuncinya. (The Guardian/amr/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...