Wali Kota Parepare Non Aktif Parepare Datangi Kantor Kejaksaan, Ini Tujuannya…

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Wali Kota Parepare non aktif, HM Taufan Pawe memenuhi panggilan penyidik ke Kejaksaan Negeri Parepare, Kamis (31/5/2018). TP datang bersama kuasa hukumnya sekira pukul 09.30 Wita.

TP dipanggil penyidik Kejaksaan sehubungan pelimpahan tahap 2 atas kasus dugaan pelanggaran Pemilukada.”Pelimpahan kasus Rastra tahap 2 kita jadwalkan hari ini,”tegas salah satu pejabat di Kejari Parepare yang enggan disebut namanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Rastra ini terus berlanjut meski Mahkama Agung mengabulkan gugatan TP terhadap KPU Parepare, mengharuskan KPU untuk kembali menetapkan TP menjadi pasangan calon (Paslon).

Namun, pihak Kejaksaan menilai kasus Rastra ini sama dengan kasus lainnya yang diproses oleh Kejaksaan Negeri Parepare. “Kasus ini sama dengan perkara lainnya, dimana penyidik dari kepolisian membawa ke Kejaksaan, lalu kita teliti dan buat administrasinya,” tegas dia.

TP sendiri kasus pelanggaran pidana pemilukada yakni  Pasal 188 UU Nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Adapun bunyi Pasal 188 yakni setiap pejabat negara, pejabat Aparatur Sipil Negara, dan Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp6.000.000,00 (enam juta rupiah).

Sebelumnya, Taufan Pawe telah diperiksa di Bawaslu Provinsi Sulsel setelah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Gakkumdu sebagai tersangka.(*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...