TNI Tangkap Kapal Kayu di Perbatasan Indonesia-Malaysia

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Kasus penyelundupan barang ilegal yang didatangkan dari luar negeri masih terus terjadi di wilayah Kalimantan Utara. Itu terbukti setelah personel TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan satu unit kapal kayu yang mengangkut sejumlah barang tanpa dilengkapi dokumen.

Kapal kayu tanpa nama itu, diamanakan petugas di perairan Tanjung Pasir, Mamburungan Timur, sekira pukul 16.45 Wita, Minggu (27/5).

Kapolres Kota Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Paur Subbag Humas IPDA Taharman S.kom menuturkan, penangkapan itu bermula saat petugas patroli TNI AL sedang menyisir wilayah perairan dan melihat dari kejauhan adanya sebuah kapal kayu yang mengangkut beberapa barang-barang rumah tangga.

Setelah didekati, sejumlah barang bawaan kapal itu diperiksa, dan ditekahui tanpa dokumen. Sehingga kapal tersebut dibawa oleh petugas patroli ke Mako lantamal XIII dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, kapal kayu yang mengangkut barang tersebut datang dari Malaysia yang dinakhodai oleh Sudirman.

“Menurut keterangan, kapal itu dari Malaysia dan rencannya angkutan itu akan dibawa ke sini (Tarakan,Red). Tapi Saat ini kita belum tahu siapa pengusahanya dan kita masih mendalami untuk penyelidikan,” ungkapnya kepada Kaltara Pos, Selasa (29/5).

Mengenai barang bukti yang ditemukan, Taharman menuturkan barang bukti tersebut berupa barang-barang rumah tangga seperti tabung gas 16,5 kg sebanyak 40 buah, karpet sebanyak 8 bal, Rice Cooker, pakaian dan masih banyak barang lainnya. Taharman menambahkan, adanya barang-kebutuhan rumah tangga seludupan tidak terlepas dari dekatnya perayaan Idul Fitri. Sehingga ini memancing pengusaha untuk menyulupkan barang mengingat kebutuhan semakin meningkat.

“Saat ini kita dan beberapa instansi lain berusaha membasmi pengusaha ‘nakal’ yang mencoba menyeludupkan barang ilegal masuk mengingat momen seperti ini adalah waktu yang tepat karena minat beli meningkat,” tukasnya.

Meski demikian, dia mengimbau, agar pengusaha yang bergerak di bidang jual beli produk luar negeri kiranya dapat mengurus perizinan sesuai aturan yang berlaku. “Agar proses distribusi dapat berjalan sesui yang diinginkan,” jelasnya. (*/jek)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...