Usulan CPNS di Provinsi ini Hampir 5000 Formasi

0 Komentar

FAJAr.CO.ID, TANJUNG SELOR – Lima kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah menyerahkan usulan kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Jumlahnya sekira 4.887 CPNS, dengan Pemprov Kaltara paling banyak mengusulkan 1.770 formasi dan paling sedikit adalah Kabupaten Bulungan sebanyak 231 formasi.

Sementara Kabupaten Nunukan mengusulkan 1.112 formasi, Malinau 642 formasi, Tana Tidung (KTT) 604 formasi dan Kota Tarakan 528 formasi. Usulan tersebut berdasarkan Analisa Jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK) yang dilakukan di tingkat kabupaten kota. Usulan ini telah diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB),Jumat (25/5) lalu.

“Kalau dari daerah yang paling banyak itu Nunukan dan paling sedikit Bulungan. Dan usulan ini merupakan kebutuhan dari tiap daerah,” ujar Kepala BKD Kaltara,  Muhamad Ishak kepada Radar Kaltara, Rabu (30/5).

Dijelaskan, usulan yang diberikan dari tiap daerah selain berdasarkan Anjab dan ABK. Tentunya, perhitungan kemampuan keuangan daerah juga menjadi perhatian. Untuk itu, usulannya diberikan dari daerah tidak semua diakomodir Kemenpan-RB.

Sedangkan, informasi terkait formasi yang bakal diterima pada CPNS nantinya, pihaknya belum dapat memastikan. Sebab, masih menunggu keputusan dari Kemenpan-RB yang dijadwalkan dalam dekat ini. “Dari jadwal Kemenpan-RB informasinya saat rapat, akhir bulan ini sudah ada. Namun, tanggalnya berapa? Belum diketahui pasti karena yang menentukan pusat,” tambahnya ketika ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, Pemprov Kaltara sendiri masih kekurangan tenaga teknis untuk berbagai bidang. Sebab, tahun lalu jumlah yang diterima umumnya tenaga auditor. Dan untuk tahun ini, sesuai dengan ketetapan Kemenpan-RB, tenaga kesehatan dan tenaga pengajar.

“Jika sudah menemukan jumlah formasi kita rapatkan lagi. Disesuaikan, instruksi pusat dan program Pemprov Kaltara. Dan yang terlihat memang kesehatan dan pendidikan masih minim,” tambahnya.

Ia berharap, usulan dari Kaltara bakal diakomodir Kemenpan-RB. Karena dari seluruh provinsi, ada beberapa yang tidak diundang pada pertemuan di kementerian. Ditambah lagi, pada Maret lalu Menpan-RB, Asman Abnur telah bertandang ke Kaltara.

“Apakah mengacu dari provinsi atau dari kabupaten melalui e-planning. Itu tergantung Kemenpan-RB. Kita yakin dapat karena ada tiga provinsi yang tidak diundang,” pungkasnya. (akz/eza)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...