Bamsoet Nilai Rencana Teroris Serang Gedung DPR Karena Keterbukaan

Minggu, 3 Juni 2018 - 22:13 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penangkapan tiga terduga teroris oleh tim Densus 88 Polri di Gelanggang Mahasiswa Fisip, Universitas Riau (UNRI), Sabtu (02/06) kemarin, patut diapresiasi. Karena ini merupakan salah satu bukti keseriusan negara dalam memberantas terorisme di tanah air.

Setelah berbagai tindakan teror yang dilakukan para terduga teroris sebelumnya ditujukan ke kantor dan aparat kepolisian, kini ada dugaaan kuat para terduga teroris yang merupakan alumni UNRI ini akan melancarkan aksinya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan DPR RI.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengecam rencana penyerangan tersebut. Menurut dia, target teror ke Gedung DPR RI ini bukanlah oada kinerja anggota dewan, tetapi lebih pada keterbukaan sistem dalam lembaga wakil rakyat tersebut.

“Saya sangat mengecam rencana ini.Saya yakin target gedung parlemen ditujukan bukan karena mereka tidak puas terhadap kinerja lembaga perwakilan. Ini karena seiring kemajuan kehidupan demokrasi, berbagai saluran telah dibuka bagi rakyat dalam menyalurkan aspirasinya. Jika ada ketidakpuasan, baik itu terhadap lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya atau menempuh jalur hukum,” kata Ketua DPR lewat pesan tertulisnya.

Dikatakan politisi Partai Golkar ini, tindakan teror yang dilakukan oleh kelompok-kelompom radikal ini tak ubahnya seprrti pengecut yang tidak beradab. Atas masalah ini, politisi yang biasa disapa Bamsoet ini memberikan dorongan penuh kepada aparat penegak hukum bisa mengatasinya dengan cepat. “Tindakan teror tak ubahnya tindakan pengecut yang tak beradab. Saya yakin aparat hukum bisa segera memprosesnya. Terutama dalam menelisik lebih jauh keterkaitan mereka dengan organisasi teroris lainnya, terutama dari jaringan internasional,” yakinnya.

Lanjut Bamsoet, disahkannya UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme oleh DPR RI beberapa waktu lalu, makin menguatkan aparat penegak hukum Indonesia memiliki kekuatan hukum dalam menindak aksi terorisme di bangsa ini yang berdasar dan berpegang pada ketentuan perundang-undangan yang ada.

“Ini membuat aparat kita punya payung hukum yang jelas dalam menindak terorisme. Selama aparat hukum mengikuti ketentuan perundangan, DPR RI tanpa ragu senantiasa memberikan dukungan. Jadikan ini sebagai pintu masuk dalam memberantas terorisme bukan hanya sampai ke akarnya, melainkan sampai ke benihnya,” tegas Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengatakan, ditangkapnya terduga teroris di lingkungan kampus merupakan tamparan keras bagi sistem pendidikan Indonesia. Padahal, kampus harus menjadi sarang intelektual, bukan sarang aksi radikalisme. “Kampus seharusnya menjadi sarang intelektual, dimana tindak-tanduknya untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan justru malah menjadi sarang teroris yang mengancam keselamatan, keamanan, serta persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Bamsoet juga mengklaim, penangkapan ini sekaligus memperkuat penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menunjukan tingginya paparan radikalisme di kalangan mahasiswa dan sejumlah kampus. “Berdasarkan penelitian salah satu lembaga riset terhadap 1.800 responden di 25 universitas di Indonesia pada Oktober 2017, disebutkan 23,5 persen responden menyetujui gerakan Negara Islam Irak dan Suriah. Selain itu, sebanyak 23,4 persen menyetujui kesiapan untuk berjihad mendirikan khilafah,” akuinya.

“DPR RI dalam berbagai rapat kerja telah meminta pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta para rektor perguruan tinggi senantiasa membuat berbagai kegiatan yang mampu menggairahkan keintelektualan para mahasiswa. Semangat tinggi yang dimiliki para anak-anak kita yang sedang mengeyam pendidikan di kampus harus disalurkan untuk kegiatan positif,” tambahnya.

Disarankan Bamsoet, mahasiswa harus pandai dalam menerima pemikiran-pemikiran baru yang dibawah oleh kelompok-kelompok radikal ke kampus. Tak hanya itu, politisi yang pernah mencicipi dunia wartawan ini meminta agar anak muda tak cepat dipengaruhi oleh para kelompok teroris.

“Saya minta kepada kaum muda yang sedang menempuh pendidikan di berbagai jalur, mulai dari menengah sampai ke pendidikan tinggi, bukalah wawasan kalian secara cermat dan tepat. Senantiasa kedepankan sikap kritis terhadap berbagai pemikiran dan ajaran baru yang masuk. Jangan mau disusupi oleh orang-orang tak bertanggungjawab yang hanya ingin memperalat untuk kepentingan sesaat mereka,” harapnya. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.