Razia di Hotel, Satu Wanita Bersembunyi Tanpa Busana, Pasangan Lain Pura-Pura Sudah Menikah

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Tim gabungan operasi penyakit masyarakat (pekat), mensasar sejumlah tempat penginapan dan hotel yang memperbolehkan pasangan bukan suami istri untuk menginap. Razia yang dimulai sekira pukul 22.00 Wita hingga pukul 01.00 Wita, Kamis (31/5) menemukan dua pasangan kekasih yang bukan suami istri asyik menikmati percumbuannya di dalam kamar.

Salah satu kamar penginapan yang dirazia di Jalan F Tendean, Tanjung Selor, petugas menemukan pasangan tersebut. Dari pengakuan mereka sebut saja, Ana dan Andi (bukan nama sebenarnya) mengaku, mereka calon pengantin yang tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan. Bahkan kepada petugas, Ana dan Andi mengaku, telah terikat tunangan.

“Jadi setelah dilakukan pemeriksaan kami dapati dua pasang muda mudi tanpa status pernikahan yang kedapatan sedang satu kamar. Mereka mengaku adalah calon mau menikah dan juga yang masih tunangan,” ungkap Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satuan Polisi PP Bulungan, Hendrick Chairi kepada Kaltara Pos, Kamis (31/5).

Andi menuturkan, dirinya telah bertunangan dengan kekasihnya. Untuk bersama dengan kekasihnya itu, dia berinisiatif menginap karena ada tugas yang harus dikerjakan di Tanjung Selor. “Kami berdua adalah calon suami istri,” ucapnya.

Petugas kemudian melanjutkan pemeriksaan kamar penginapan. Dalam pemeriksaan itu, petugas gabungan kembali menemukan satu pasangan bukan suami istri. Yang membuat petugas tercengang, pasagan wanitanya, sebut saja Diana (bukan nama sebenarnya), sudah tak menggunakan pakaian. Namun tubuhnya ditutup dengan selimut. Itu diketahui, setelah petugas lama mengetuk pintu kamar, baru dibuka. Setelah dibuka, petugas pun melakukan pemeriksaan dan ditemukan bungkusan tisu yang berisi kondom. Wanita itu mengaku, berasal dari Berau. Sedangkan, pasangan prianya, sebut saja Asdar (bukan nama sebenarnya) tinggal di Bulungan.

“Penginapan itu kami temukan bungkusan tisu yang berisi kondom diduga untuk digunakan,” tuturnya.

Kedua pasangan tersebut langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan dengan memanggil orangtua untuk menyaksikan. Hal itu dilakukan untuk menghindari perbuatan yang melanggar norma dan etika. “Diberikan pembinaan dan kita kembalikan ke rumah orangtua mereka,” ucap Hendrick. (mul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1

Comment

Loading...