Rektor Universitas Riau Kutuk Rencana Peledakan Bom di DPR

  • Bagikan
Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi (baju motif garis-garis) saat menyampaikan keterangan usai penangkapan tiga terduga teroris yang merupakan alumni UR, Sabtu malam (2/6). (Foto: Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Tiga alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR) diduga sebagai teroris. Mereka diklaim merakit bom di kampus. Tujuannya untuk meledakkan Gedung DPR RI dan DPRD Riau.Rektor UR, Aras Malyadi, mengaku sangat kaget dengan adanya hal itu. Ia tak menyangka bahwa tiga alumni sanggup merakit bom di tempat mereka pernah menimba ilmu.“Kami dari Universitas Riau dengan adanya kejadian ini sangat menyayangkan sekali. Terus terang, kami sangat mengutuk kegiatan yang mengarah ke peledakan bom. Ini adalah tindakan yang tidak diperbolehkan,” ujar Aras saat berkunjung ke Polda Riau, Sabtu (2/6) malam.Aras sudah mendapatkan cerita tentang kronologi penangkapan tiga alumni UR oleh pihak kepolisian. Namun sekali lagi, ia tak menyangka alumninya terlibat dalam kelompok teroris. “Karena tidak ada hal-hal yang mencurigakan selama ini. Apalagi kejadian yang mengarah ke teroris,” sebutnya.Ia meyakini bahwa semua pihak sangat tidak menyetujui adanya tindakan radikalisme. Terlebih lagi perencanaan dan aktivitas itu dilakukan di kawasan kampus.Dengan ditangkapnya ketiga terduga teroris tersebut, Aras selaku pimpinan UR mengucapkan terima kasih kepada polisi yang telah menggagalkan aksi mereka. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Densus dan Polda Riau yang telah mengungkap kejadian ini sebelum meledak. Kalau sudah meledak, tentu luar biasa,” ucapnya.

  • Bagikan