Aboebakar: Tidak Relevan Jika Pancasila Dibenturkan dengan Islam


FAJAR.CO.ID, KALSEL – Anggota MPR RI Aboebakar Alhabsyi menganjurkan agar publik tidak perlu benturkan Pancasila dengan Islam, karena hal itu relevan saat ini. Pasalnya, nilai-nilai Pancasila sangat selaras dengan ajaran Islam.Bahkan, mengklaim diri sebagai Pancasila dan mengklaim orang lain tak Pancasila merupakan cara berpikir yang sesat. “Mendikotomikan keduanya juga tidak tepat, misalnya mengatakan orang Pancasilais itu tidak Islamis atau sebaliknya, ini adalah kesesatan berpikir dan upaya memecah belah bangsa,” kata Aboebakar saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (2/6) kemarin.Dikatakan Aboebakar, nilai Pancasila sangat linear dengan ajaran Islam. Dalam Islam dikenal istilah maqashi syariah, atau tujuan dari hukum. Misalkan saja salah satu nilai maqashid itu adalah Hifzhud Diin atau menjaga agama, ini tak lain adalah nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa.“Ada lagi Hifzhun Nafs yaitu menjaga jiwa manusia, tentunya ini adalah juga tujuan dari sila Kemanusiaan yang dalam Pancasila,” jelasnya.Lebih lanjut Anggota Komisi III DPR RI itu, nilai lain dalam Pancasila juga seperti Hifzhun Nasl yang tak lain adalah tujuan dari sila Persatuan, kemudian Hifzhul ‘Aql yang merupakan nilai Hikmat Kebijaksanaan dan juga Hifzhul Maal yang merupakan intisari dari sila Keadilan Sosial.“Jadi semua nilai-nilai yang ada di Pancasila juga ada dalam Islam. Inilah hebatnya para founding father kita, yang mungkin juga terinspirasi dari maqashid syariahnya Islam,” ujarnya.

Komentar

Loading...