Panwaslu Minta Tim NA-ASS Jangan Pura-Pura Buta

Selasa, 5 Juni 2018 - 17:34 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Semakin dekat hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), pelanggaran masih saja dilakukan tim sukses pasangan calon.

Larangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) agar paslon tak memasang alat peraga kampanye (APK) selain yang di produksi Komisi Pemilihan Umum (KPU), ternyata sebagian paslon pura-pura tuli mendengar dan buta membaca aturan yang berlaku.

Misalnya, paslon nomor urut 3, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Suleman (NA-ASS) melalui tim memproduksi serta menyebar APK jagoannya baik di kota Makasssr hingga ke pelosok. Padahal sudah ada larangan, bahkan aturan PKPU pun diabaikan oleh paslon bergelar Profesor andalan itu.

Pantauan Rakyat Sulsel (FAJAR group), di beberapa titik di kota Makassar. Misalnya, di Jalan Lagaligo, Jl. Sungai Saddang, RA Kartini dekat Karebosi, Botlem, Jl. Hasanuddin serta Ahmad Yani, APK NA-ASS masih menjamur.

Hal ini, kian telanjang dipertontonkan oleh tim, untuk mengkampanyekan kandidat jagoan yang maju di Pilgub Sulsel tahun ini.

Menanggapi APK yang NA-ASS yang masih marak. Humas Panwaslu Makassar, Moh Maulana SH saat dikonfirmasi menegaskan pihak Panwas sejak kemarin sudah melakuan penemuan.

Namun, kata dia, dengan banyaknya APK yang di sebar oleh tim paslon di berbagai titik sehingga dibutuhkan waktu untuk ditertibkan.

“Sejak kemarin kami Panwas sudah Tertibkan APK paslon yang masih menjamur. Namun, banyak tersebar sehingga kami butuh waktu untuk mencabut,” tegas Maulana.

Maulana mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap tim dan Paslon yang terkesan mengabaikan aturan Pilkada sehingga melakuan pemasangan APK di berbagai daerah.

Sebelumnya, menanggapi APK menjamur, Juru bicara Prof Andalan, Kharuddin Nurman membantah jika pihaknya melakukan pemasangan APK.

“Itu bukan kita yang pasangan, yang jelas bukan tim yang melakukan itu,” katanya saat dikonfirmasi tanggal 30 Mei lalu.

Dirinya menyebutkan memang saat ini ada yang kecil-kecil bermunculan tampa sepengetahuanya.

“Yang kecil ada mungkin menyumbang dan kita tidak tau itu,” ucapnya.

Bahkan Kharuddin Nurman menggap jika saat ini masih ada juga kandidat APK masih bermuculan.

“Saya kira bukan hanya bergambar prof namun ada juga kandidat lain masih ada bandonya,” jelasnya. (suryadi/raksul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.