Dengar Bisikan Gaib, Pria Beristri Tusuk Perut Sendiri hingga Tewas

Kamis, 7 Juni 2018 - 00:51 WIB
Kediaman Korban yang diawasi Satintelkam Polsek Ngapa. (FOTO: MANSIRAL USMAN/BERITA KOTA KENDARI)

FAJAR.CO.ID — Diduga mendapat bisikan gaib, Nuraedi Alias Edi (32) warga Dusun 1 Desa Puurau Kecamatan Ngapa nekat menusuk perutnya sendiri dengan sebilah parang.

Meski sempat menjalani perawatan selama 7 hari di puskesmas, namun nahas, Senin (4/5) nyawa tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.

Kapolsek Ngapa, Ipda Adianto, yang dihubungi via telepon selulernya membenarkan adanya warga Desa Puurau yang diduga bunuh diri, pada, Selasa (28/5). Korban merupakan anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejatera.

“Iyya benar ada kejadian bunuh diri betul. Peristiwa ini sempat disembunyikan pihak keluarga korban. Dari keterangan istri dan iparnya. Korban menusuk perutnya sendiri pakai parang,” kata Adianto.

Menurut Kapolsek, korban baru pulang dari Kabupaten Jember Jawa Timur, pelatihan kakao. Dan hasil dari keterangan yang diperoleh sejak pulang dari jember, korban mengalami halusinasi atau ganguan jiwa.

“Korban telah di makamkan dan akan dilakukan monitoring atas peristiwa bunuh diri ini,” ujar Kapolsek.

Kapolsek menambahkan berdasarkan keterangan mertua korban Sainuddin (60) menceritakan sekitar pukul 07:30 wita dirinya melihat langsung korban masuk ke dalam dapur serta mengambil parang bdan menusukkan parang tersebut pada bagian perutnya sebanyak satu kali, dan korban langsung berbaring bersimbah darah lantai dapur kemudian dirinya berteriak lantas Istri korban berlari disusul kerabat dan tetangganya akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadar.

“Akibat infeksi pada bagian perut korban akibat tusukan akhirnya dinyatakan meningal dan murni bunuh diri,saat itu juga pihak keluarga membawa pulang untuk di makamkan pukul 16.10 wita,”tandasnya.

Ipar korban, Rahmawati (27) mengatakan bahwa sebelum kejadian bunuh diri korban sudah memiliki kelainan. Korban sering berbicara sendiri, seolah-seolah dibisiki makhluk gaib dengan bicara “bunuh Ketua Lem” katanya dengan menirukan bahasa korban.

“Saya sering liat dia bicara sendiri. Seperti ada orang yang diajak bicara,” ujarnya.

Sementara Istri korban, Isdayanti, juga menjelaskan bahwa korban sering menolak jika ingin diminta untuk diobati dengan alasan tidak sakit.

“Banyak hal aneh pada suamiku. Seperti 3 hari sebelum kejadian dia (korban,red) berkunjung ke rumah keluarganya untuk memohon maaf,” jelas Isdayanti. (cr11/lex).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.