Dua Orang Tewas Diseruduk Pickup

Jumat, 8 Juni 2018 03:45
Dua Orang Tewas Diseruduk Pickup

KECELAKAAN maut di Kota Palangka Raya merenggut dua nyawa sekaligus, Hendro (21) dan Julinando (27). Keduanya tewas setelah kendaraan mereka dihantam pikap yang dikemudikan Arkhivus Nefta (22).=====Napas Hendro dan Julinando masih berembus setelah mereka ”dihajar” pikap di Jalan Tjilik Riwut Km 10,5 Palangka Raya. Namun, takdir berkatar lain. Setelah dirawat beberapa jam, keduanya meninggal dunia dalam rentang waktu berbeda saat dalam perawatan tenaga medis RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 20.30, Selasa (5/6). Juli meninggal sekitar pukul 22.30 WIB, sementara Hendro mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 02.30 WIB, Rabu (6/6). Keduanya mengalami luka sangat parah dan sempat tergeletak bersimbah darah.Kecelakaan itu bermula ketika pikap meluncur di Jalan Tjilik Riwut dari arah Bundaran Besar menuju arah Tangkiling. Saat melintas di lokasi kejadian, diduga karena melaju dengan kecepatan tinggi, sang sopir, Nefta, kurang memperhatikan lalu lintas di depannya.Nahasnya, saat itu di posisi depan ada Hendro yang membonceng Julinando menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi KH 3161 BS. Pikap itu pun menyeruduk kuda besi tersebut dari belakang.Hendro dan Julinando langsung terpental dan terkapar di jalan. Darah mereka yang mengalir dari sejumlah luka di bagian tubuhnya membasahi jalanan. Warga dan pengendara lainnya geger. Keduanya yang saat itu masih hidup, langsung dievakuasi ke rumah sakit.”Pengemudi mobil juga dirawat di rumah sakit. Kecelakaan ini masih dalam penyelidikan dan akan kami olah TKP. Belum tersangka ditetapkan,” kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Kasat Lantas AKP Anang Hardyanto.”Keduanya luka parah. Paling parah Juli. Pinggang kiri lecet, punggung telapak tangan kanan dan kiri lecet, paha kiri patah, mata kaki sebelah kiri robek, pergelangan kaki kanan bengkak, punggung kaki sebelah kanan dan kiri lecet,” tambahnya lagi.Untuk pengemudi mobil, lanjutnya, kepala belakang sebelah kiri robek; pelipis kiri robek; kedua tangan dan punggung kiri lecet; dan dagu sebelah kiri robek. Ironisnya, Nefta ternyata menenggak minuman keras sebelum mengemudi.”Pengakuan pengemudi memang ada menenggak miras dan kami punya rekaman pengakuan itu,” kata perwira pertama Polri ini, seraya menambahkan, selain merenggut korban jiwa, kerugian akibat kejadian itu sebesar Rp 3 juta. (daq/vin/ign)

Bagikan berita ini:
7
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar