Bikin Gaduh, Rektor Sesalkan Rilis BNPT soal 7 Kampus Terpapar Radikalisme

Sabtu, 9 Juni 2018 - 20:25 WIB
Diskusi Publik Bertajuk 'Gerakan Radikal Dikampus' di Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu (9/6). (Foto: Indopos)

FAJAR.CO.ID — Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, menyesalkan sikap Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis daftar kampus terpapar gerakan radikal, tanpa terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan pihak kampus.

“Kalau 7 perguruan tinggi disampaikan terpapar apakah berarti kampus lain tidak mungkin bakalan terpapar? kondisi ini menjadi fokus dari salah satu pembahasan kami (di Forum Rektor Indonesia),” ujar Firmanzah.

Dia menyampaikan kepada pemerintah melalui BNPT bersikap hati-hati sebelum merilis temua-temuan mengenai terorisme ke muka publik. Pesan itu disampaikan Firmanzah dalam diskusi publik bertajuk ‘Gerakan Radikal Dikampus’ di Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu (9/6)

Firmanzah juga mempertanyakan metode BNPT sehingga bisa mengeluarkan rilis 7 kampus di Indonesia terindikasi terpapar paham radikal. “BNPT harus menjelaskan metodologi dalam menentukan kampus terpapar radikalisme.”

Sebab, informasi tersebut telah membuat gaduh publik. “Langkah BNPT merilis daftar kampus tersebut berdampak terhadap dunia akademik. Saat ini rilis kampus terpapar paham radikal sedang dalam pembahasan intensif dan mengundang perdebatan dalam Forum Rektor Indonesia,” ungkap mantan Dekan Fakultas Ekonomu UI ini

Sementara, menurut Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali menjelaskan, penyebaran paham radikal atau kekerasan bisa dicegah dengan penyuluhan dari tokoh bangsa atau masyarakat

“Sekarang banyak tokoh bisa memberikan teladan, mengajak berpikiran jernih sehingga membawa kebenaran. Pasti mahasiswa mencontoh mereka. Seperti Hasyim Ashari,” ucap Effendi. (cr-2/ind)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.