Bagi-bagi Uang Negara, Oknum Anggota Dewan Terima Rp4,2 Miliar

Minggu, 10 Juni 2018 - 15:24 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Keterangan Thomas Susadya alias Tedja yang menyebutkan 30 persen dari total hibah sebesar Rp 18 miliar yang diterimanya mengalir kepada pihak lain, seketika memantik perhatian seluruh pengunjung di ruang sidang Hatta Ali Pengadilan Tipikor Samarinda, Kamis (7/6).

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda yang diketuai Hongkun Otoh didampingi Burhanuddin bersama Ukar Pryambodo pun langsung mengulik keterangan terdakwa dalam kasus hibah di tiga yayasan pendidikan di Kutai Barat (Kubar) itu. Tedja pun fasih dan tak sungkan memberi keterangan.

Dia mengaku dana hibah dengan total Rp 18 miliar di tiga yayasan pendidikan yang dibentuknya di Kutai Barat (Kubar) harus dipotong untuk pihak yang membantunya, yakni oknum anggota DPRD Kaltim. “Jadi sekitar Rp 4,2 miliar untuk pihak itu (oknum anggota DPRD Kaltim),” terang pria berkacamata itu.

Untuk diketahui, tiga yayasan yang menerima hibah itu, yakni Yayasan Pendidikan Sekar Alamanda (YPSA) senilai Rp 7,9 miliar, Yayasan Pendidikan Permata Bumi Sendawar (YP2BS) sebesar Rp 4,4 miliar, dan Yayasan Pendidikan Sendawar Sejahtera (YPSS) senilai Rp 6 miliar.

Soal bukti, dia mengaku memiliki bukti transfer dana untuk dua staf di DPRD Kaltim. Tedja mengaku tak pernah berkomunikasi langsung dengan legislator yang menjadi muara aliran hibah itu. “Komunikasinya hanya ke stafnya, Pak Hakim. Namanya Bambang Hermanto dan Yudhistira (staf dewan itu),” sebutnya.

Alasan dana itu mengalir ke Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim, tak lain karena para wakil rakyat itu yang membantu memoncerkan hibah ke tiga yayasan ini.  Selain DPRD, ada pula “bagi-bagi” duit ke Pemprov Kaltim. Nah, ada satu nama ASN di Biro Sosial Pemprov Kaltim disebutnya, berinisial FA. “Untuk FA Rp 650 juta,” tegasnya. “Katanya semua untuk biaya kuliah (S2, Red) dia,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, Tedja tak sendiri. Ada Fathurakhman (ketua tim visitasi dan monitoring hibah di Disdik Kaltim) yang menjadi pesakitan. Saat gilirannya, dia mengaku tahapan proses sesuai jalur. Selepas berkas permohonan hibah diajukan ke pemprov dan diteruskan ke Disdik Kaltim, berkas itu langsung ditangani tim untuk diverifikasi. “Hanya berkas, tidak ke lapangan karena terbentur anggaran,” akunya.

Tunggu Tanggal Main

Ocehan terdakwa Thomas Susadya akan aliran hibah yang mengarah ke DPRD Kaltim menjadi angin segar bagi Kejari Sendawar. Perkara yang mereka garap medio 2017 ini bakal ditindaklanjuti. “Pasti, apalagi ada bukti baru yang ditunjukkan terdakwa,” ucap Kasi Pidsus Kejari Sendawar Indra Rivani, kemarin (8/6).

Hanya, sambung dia, mereka belum dapat bekerja maksimal, mengingat masih ada beberapa perkara yang mereka tangani. Data yang digulirkan terdakwa jelas mengungkap indikasi terbaru ke mana aliran dana itu. “Tunggu tanggal mainnya,” tukasnya

Sebelumnya, ketika enam pejabat Disdik diperiksa dalam perkara yang diduga merugikan negara dengan total Rp 18 miliar, pihak verifikasi berkas permohonan hibah mengaku menerima surat dari salah satu fraksi yang berisi proposal hibah tiga yayasan tersebut. (*/ryu/iza/k16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.