Isak Tangis Pecah Lihat Jenazah Diangkut Perahu Karet

FAJAR.CO.ID- Isak tangis warga pecah tatkala jenazah Abdul Rahman alias Beddu diangkat dari perahu karet tim BPBD menuju rumah duka yang terletak di kampung Selambai RT 05, Kelurahan Loktuan. Ratusan warga pun menyemut mengikuti langkah kaki petugas.

Situasi semakin tak terkendali ketika sudah berada di rumah duka. Keluarga pun histeris ketika petugas hendak membuka kantong jenazah. Bahkan ada salah satu keluarga yang hendak menerobos mendekati jenazah, namun warga bisa menenangkannya.

Abdul Rahman, di mata tetangga dipandang sebagai orang baik dan sabar. Ketika terdapat warga yang mengadakan hajatan, ia segera cekatan untuk membantu. Bukan itu saja, almarhum juga aktif berkomunikasi dengan warga lain.

“Kalau ada hajatan pernikahan, dia rajin sekali. Langsung segera cepat membantu,” ucap Amiluddin, tetangga korban.

Sebelum pergi melaut, warga merasakan ada keanehan dari korban. Amiluddin menceritakan, almarhum sempat memborong semua kue di sekitar kediamannya. Padahal sebelumnya tidak pernah melakukan hal seperti itu.

Tak hanya itu, korban sempat berdoa dan berpamitan dengan putranya yang berumur 6 tahun sebelum pergi.  Hal ini seolah menjadi bukti perpisahannya untuk terakhir kalinya. “Penjual heran kenapa dia begitu membeli semua, padahal sebelumnya tidak pernah. Dia juga sempat berdoa ketika mau berangkat diakhiri dengan hembusan nafas panjang,” kata Amiluddin.

Ia menuturkan profesi korban merupakan seorang pekerja serabutan. Sempat bekerja untuk proyek pembangunan rumah rumah susun. Namun untuk mengisi waktu luang, ia bersama rekannya sering pergi memancing. “Hobinya memang mancing, sering dia pergi ke laut bersama rekannya,” ucapnya.

Senada, tetangga lainnya, Taha juga membenarkan jikalau ia adalah sosok yang rajin. Bahkan sering mengikuti kegiatan gotong royong yang dilakukan di sekitar lingkungan kediamannya.

Taha mengenal korban sejak lima tahun yang lalu, di mana korban pertama kali bermukim di kampung Selambai. Korban tinggal seatap dengan saudara iparnya. “Orangnya baik, sering ikut kegiatan warga,” tutur Taha.

Setelah salat jenazah usai, almarhum lantas dibawa ke Pemakaman Umum Loktuan. (ak)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1

Comment

Loading...