Nyambi Sebagai Kurir Narkoba, Petani di Sidrap Diciduk Polisi, Ini Ancaman Hukumannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Arman Bin Lamanti harus beberurusan dengan hukum.  Lelaki yang berprofesi petani yang beralamat Bojoe Lingkungan II Patommo Kelurahan Arawa Kecamatan Watang Pulu Sidrap ini ditangkap di Bojoe Arawa, Sabtu (9/6/2018) sekitar pukul 12.30 Wita.

Pria 21 tahun diamankan karena menjadi kurir narkoba lintas kabupaten. Penangkapan ini dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Indra Waspada Yudha setelah melakukan upaya Undercoverbuy. Pelaku berhasil terpancing dengan aparat yang menyamar sebagai pembeli.

Hasilnya, dari pelaku polisi berhasil mendapati barang bukti sebanyak 14 sachet kristal bening yang diduga narkotika golongan I jenis sabu berukuran besar berat kotor 12.02 Gram.

Selain itu, sebuah sendok takar terbuat dari pipet plastik, juga masing-masing sebungkus rokok sampoerna, tempat bedak warna orange dan unit Hp Samsung Lipat warna putih.

Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan, SIK, MH melalui Kasat Narkoba AKP Indra Waspada Yudha menjelaskan kronologi pengungkapan berawal dari informasi masyarakat setempat jika Arman kerap bertransaksi narkoba dengan orang lain dirumahnya.

“Berdasar informasi ini kita kemudian melakukan lidik dan mengintai tersangka. Setelah kita pancing, Arman Bojo ini bersedia menjual narkoba kepada anggota yang menyamar,” kata Indra WP, sesaat lalu.

Dalam track recordnya, Arman Bojo dikenal kurir di wilayah Sidrap. Dia dikenal juga bandar di Watangpulu.

“Kasus ini masih kita dalami jaringannya karena kemungkinan masih ada barang bukti yang lebih besar lagi, termasuk bosnya sebagai pemilik barang haram ini,” tandasnya.

Kini, tersangka Arman Bojo sudah mendekam disel jeruji besi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjeratnya dengan pasal 112 jo 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (Ady)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...