Rela Terjepit Naik Kapal Asalkan Bisa Mudik ke Palu

Senin, 11 Juni 2018 - 23:07 WIB
Pelabuhan Semayang dipadati ribuan penumpang yang rela berdesakan agar bisa naik kapal terlebih dahulu.

FAJAR.CO.ID — Jalur darat, udara hingga laut kini dipadati pemudik. Balikpapan pun tak luput dari pemandangan tersebut. Salah satunya adalah Pelabuhan Semayang, yang dipadati penumpang selama dua hari berturut-turut.

Kemarin (10/6), arus lalu lintas menuju Pelabuhan Semayang mengalami kemacetan parah. Tercatat sebanyak 4.500 penumpang yang menaiki KM Labobar tujuan Surabaya rela berdesakan demi menunggu kapal datang.

Suasana antrean semakin memadat ketika kapal sandar dan penumpang dipersilakan naik. Dengan membawa barangnya, seluruh penumpang tampak berebutan naik tangga. Bahkan, ada yang rela terjepit demi menaiki kapal. Pasalnya, penumpang yang lebih dahulu naik ke kapal akan mudah mencari posisi selama di perjalanan di atas kapal tersebut.

“Ya, harus rela-relaan. Kejepit nggak masalah asal bisa cepat naik. Sebab, kalau lambat, pasti dapat posisi yang nggak enak. Kalau duluan ‘kan bisa cari tempat di dalam,” kata Antoni, warga Pasar Baru yang hendak pulang kampung ke Pamekasan, Madura ini.

Sehari sebelumnya, Sabtu (9/6) lalu, juga terlihat para penumpang membeludak. Bahkan, mereka rela tidur di pelabuhan jauh-jauh hari agar tidak telat kapal. Jumlah penumpangnya pun tak beda jauh, sekira 4 ribuan penumpang yang menaiki KM Lambelu dengan tujuan Kota Palu ini.

“Dari kemarin saya tidur di sini karena biar nggak ketinggalan. Saya dari Samboja, ke sini sama istri mau pulang kampung ke Palu. Sengaja nginap di sini karena ‘kan cuma sehari aja. Mau nginap di hotel buang-buang uang, di sini aja,” kata Tajuddin didampingi istri.

Tentu arus mudik yang padat mengundang tindakan kriminalitas. Hal ini pun telah diwaspadai oleh petugas keamanan yang berjaga-jaga di masing-masing posko. Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta mengimbau kepada pemudik agar senantiasa mengutamakan keselamatan. Selalu menjaga barang bawaannya dan tidak menggunakan perhiasan berlebihan. Sebab, hal itu dapat mengundang tindakan kriminalitas.

“Ya, kami imbau kepada warga agar selalu menjaga barang bawaannya dan tidak memakai perhiasan berlebih, karena dapat mengundang tindakan kriminal. Tetap mengedepankan keselamatan dalam bepergian,” pungkasnya. (yad/rus/k1)

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.