Mantan Aktivis Gowa : IYL Hanya Ucapkan Duka di Bibir, Buktinya Tak Melayat

Selasa, 12 Juni 2018 13:06

FAJAR.CO.ID, GOWA — Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Patta Nyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II, mangkat pada Minggu (10/6). Kepergian Maddusila meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Sulsel, khususnya masyarakat Gowa. Sulsel kehilangan salah satu putra terbaiknya, sosok sederhana yang selalu memegang prinsip.Segenap masyarakat Sulsel, termasuk sejumlah calon gubernur dan wakilnya pun hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Raja Gowa ke-37. Mereka yang melayat itu antara lain, Nurdin Halid (NH), Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Abdullah (NA). Hanya Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang notabene mantan Bupati Gowa yang tidak kelihatan.Mantan Aktivis Gowa, Marlin, mengaku heran melihat sikap IYL yang juga Ketua PMI Sulsel. Terlepas dari apapun konflik yang pernah terjadi melibatkan keduanya, IYL mestinya tetap hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Maddusila selaku Raja Gowa. Terlebih, IYL merupakan mantan bupati setempat yang harusnya menjadi teladan bagi masyarakat.Marlin menyebut ketidakhadiran IYL, baik untuk melayat maupun prosesi pemakaman telah membuktikan yang bersangkutan tidak punya kepedulian dan kemanusiaan. Ucapan duka sekaligus doa yang dikirimnya sebatas di bibir demi pencitraan di media menjelang Pilgub Sulsel 2018. IYL tidak benar-benar berduka atas kepergian Maddusila yang selama ini memang dikenal menjadi rivalnya.”Kalau punya kepedulian dan kemanusiaan, ya abaikan segala rivalitas atau permasalahan yang pernah ada. Datang melayat atau hadiri prosesi pemakaman Raja Gowa ke-37 Maddusila. Jangan bisanya cuma bilang berduka dan kirim doa di media, tapi fisiknya tidak kelihatan (saat melayat dan pemakaman),” kata Marlin, Selasa, 12 Juni.

Bagikan berita ini:
3
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar