Liburan Lebaran, Kawasan Hutan Mangrove Raup Keuntungan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SINJAI – Libur lebaran berdampak pada kunjungan wisata. Seperti halnya pada Kawasan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove, di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai.

Memasuki hari ketiga, pengunjung lebaran memadati kawasan hutan bakau tersebut. Dari pantauan fajar.co.id di lapangan Minggu (17/6/28), kawasan pembelajaran hutan mangrove (hutan bakau) tersebut dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Banyak dari mereka mengajak keluarga dan anak.

Fitri yang merupakan warga Sinjai mengatakan bahwa, libur lebaran selalu dimanfaatkannya bersama keluarga di hutan bakau itu. Meskipun dirinya sekarang berada diluar kota Sinjai karena alasan pekerjaan.

“Saya kesini karena saya asli di sini, tapi saya tinggalnya diluar Sinjai, jadi jarang juga kesini. Retribusinya juga lumayan murah, tapi menurut saya perlu ditingkatkan lagi biar lebih baguslah pemandangannya,”ujarnya.

Sementara pengelolah Kawasan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove, Aswar mengatakan pengunjung di libur lebaran memang selalu membludak. Terbukti, di hari kedua saja uang retribusi mencapai 11 juta rupiah, yang pada hari biasanya hanya memperoleh 500 ribu sampai 1 juta rupiah.

“Dari siang saja sampai sore ini, kami peroleh retribusi 2 juta rupiah, itu pun baru satu blok lahan parkir,”kata Aswar.

Lanjut Aswar, kawasan hutan mangrove ini terdiri dari tiga blok lahan parkir yang dikelola masyarakat setempat. Sementara hasil retribusi uang masuk ke hutan mangrove tersebut akan diserahkan ke Dinas Pariwisata, kemudian dilanjutkan ke Dinas Pendapatan Daerah.

“Dengan pemasukan seperti ini, nanti akan ada perbaikan atau penambahan jembatan sekitar 600 meter, retribusinya sendiri 5000 untuk dewasa dan 3000 untuk anak-anak, tapi kita lebih prioritaskan ke orang dewasa saja,”jelasnya.

Untuk diketahui, kawasan restorasi dan pembelajaran hutan mangrove merupakan kawasan konservasi yang telah di tetapkan oleh Pemkab sebagai kawasan hutan mangrove yang di lindungi.

Terletak tujuh kilometer dari kota kabupaten, pengunjung dapat melakukan aktivitas pengamatan fauna pada jembatan yang melingkari hutan bakau tersebut. Jika beruntung, pengunjung dapat melihat langsung fauna arboreal seperti serangga, ular pohon, kelelawar, burung bangau, burung belibis dan fauna lautan seperti tiram, ikan, kepiting bakau, dan udang. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar