Elektabilitas Teratas, NH-Aziz Unggul Segalanya

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lembaga survei nasional Indo Riset Konsultan mengekspose hasil temuannya mengenai potret Pilgub Sulsel 2018 yang diikuti empat pasangan calon. Hasilnya, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menempati posisi teratas. Indo Riset Konsultan merilis NH-Aziz unggul segalanya, baik itu terkait tingkat popularitas maupun tingkat elektabilitas.

Direktur Eksekutif Indo Riset Konsultan, Indria Samego, menuturkan tingkat popularitas NH menggungguli seluruh figur kandidat pada Pilgub Sulsel 2018. Bahkan, tingkat popularitas Aziz yang merupakan pendamping NH mampu mengalahkan sejumlah calon gubernur yang menjadi rivalnya. Tingkat popularitas NH mencapai 72,5 persen dengan tingkat disukai 77,4 persen.

Selanjutnya, ada nama Ichsan Yasin Limpo dengan tingkat popularitas 72,1 persen dengan disukai sebanyak 75,9 persen. Selanjutnya ada Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dengan tingkat popularitas 67,9 persen dan disukai 77 persen. Diikuti Nurdin Abdullah dengan tingkat popularitas 63,9 persen dan disukai 79,8 persen. Kemudian Agus Arifin Nu’mang dengan tingkat popularitas 62,1% persen dan disukai 75,4 persen.

Selanjutnya, ada Andi Mudzakkar dengan tingkat popularitas 48,6 persen dan disukai sebanyak 74,8 persen. Diikuti Andi Sudirman Sulaiman dengan tingkat popularitas 33,5 persen dan disukai 78,8 persen. Terakhir, ada Tanribali Lamo dengan tingkat popularitas 32,3 persen dan disukai 76,3 persen.

“Berdasarkan pengumpulan data, tingkat popularitas maupun tingkat elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar teratas menjelang pencoblosan. Disusul Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, lalu berturut-turut Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo,” ucap Indria, Senin (18/6).

Survei Indo Riset Konsultan digelar pada 30 Mei-7 Juni 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara (enumerator) terlatih. Mereka mewawancarai seribu responden yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.

Indria mengungkapkan survei ini memiliki peluang kesalahan atau margin of error +/- 3,24 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, mempertimbangkan jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap kabupaten dan kota.

“Kontrol penelitian dilakukan terhadap hasil wawancara dipilih secara acak sebesar 20 persen dari total sampel, dengan mendatangi kembali responden terpilih serta 80 persen dilakukan verifikasi melalui telepon,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani

Comment

Loading...