Modus Nagih Iuran Sampah Tapi Ngutil, Honorer Ini Dapat ‘Kado Lebaran’

Selasa, 19 Juni 2018 - 18:22 WIB

FAJAR.CO.ID, GOWA — Pelaku tindak pidana kasus pencurian dengan pemberatan yang melakukan aksinya di Jalan Tun Abd Razak Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, berhasil dibekuk oleh Tim Anti Bandit Polres Gowa.

Dimana pelaku MA (30) diketahui merupakan seorang Residivis kasus curat lintas Kota/Kabupaten, bekerja sebagai Honorer Dinas Kebersihan (driver mobil sampah), di Jalan Borong Raya Kecamatan Manggala Kota Makassar.

“Pelaku yang melakukan aksinya dengan modus menagih iuran sampah ke rumah-rumah warga yang berkelas menengah ke atas tersebut. Tim Anti Bandit Polres Gowa yang melakukan penyelidikan berdasarkan CCTV dan pulbaket, mencurigai pelaku saat melintas di Jalan Borong Raya Kota Makassar menggunakan kendaraan Toyota Soluna warna silver No. Pol DD 1477 KI, kemudian membekuk pelaku,”ujar Kapolres Gowa, Akbp Shinto Silitonga saat konferensi pers di Mako Polres Gowa, Selasa (19/6/18).

Hasil ungkap tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga, SIK., MSi didampingi Kasubbag Humas Akp M Tambunan dan Ka Tim Anti Bandit Ipda Emil F saat menggelar press conference di halaman kantor Polres Gowa, pada Selasa (19/06) siang.

Setelah dilakukan pengembangan, kedua pelaku lainnya yang merupakan penadah dari hasil barang curian yang dilakukan oleh MA, berhasil diamankan RD di Jalan Abd Kadir Kecamatan Tamalate Kota Makassar, dan TDR,(35) di Jalan Daeng Tata No 50 Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.

Penangkapan terhadap pelaku berhasil diamankan barang bukti diantaranya dua unit mobil, satu unit sepeda motor, lima unit televisi berbagai macam merk, 13 unit laptop, 17 unit handphone, lima unit handycam, tujuh unit kamera, dua buah jam tangan.

Naasnya, MA mendapatkan tembakan di kaki saat petugas melakukan pengembangan terhadap dua rekannya. Pelaku melakukan perlawanan dan hendak merampas senjata petugas.

“Kami tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku kejahatan jalanan yang mencoba melawan saat dilakukan penangkapan,”tegas Shinto.

Ketiga pelaku kini dijerat Pasal 363 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara dan Pasal 480 KUHP ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Kami tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku kejahatan jalanan yang mencoba melawan saat dilakukan penangkapan,” tegas Akbp Shinto Silitonga. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.